Ibu Hamil Sering Makan Kacang Lahirkan Anak Cerdas? Ini Kata Peneliti

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 19 Mei 2019 | 15:30 WIB
Ibu Hamil Sering Makan Kacang Lahirkan Anak Cerdas? Ini Kata Peneliti
Ilustrasi: ibu hamil yang sering makan kacang sejak trimester pertama kehamilan cenderung melahirkan anak yang cerdas. (Shutterstock)

Suara.com - Ibu Hamil Sering Makan Kacang Lahirkan Anak Cerdas? Ini Kata Peneliti.

Semua orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan cerdas. Kecerdasan anak pun bisa dipupuk sejak dalam kandungan melalui ibunya.

Salah satunya dengan mengonsumsi banyak kacang. Karena, ibu hamil yang banyak makan kacang cenderung melahirkan anak-anak yang cerdas.

Peneliti dari Barcelona Institute of Global Health dilansir dari standardmedia.co.ke, menemukan bahwa fungsi kognitif dan memori otak anak lebih tinggi jika ibunya mengonsumsi banyak kacang sejak trimester pertama kehamilan.

Studi ini telah dibuktikan melalui riset 2.200 ibu hamil serta perkembangan otak anaknya di usia 18 bulan, lima tahun dan delapan tahun.

Florence Gignac menyatakan kacang memiliki kemungkinan besar bermanfaat untuk saraf anak dalam jangka panjang.

Ilustrasi otak anak. [Shutterstock]
Ilustrasi: Peneliti menyebutkan bahwa ibu hamil yang sering makan kacang sejak trimester pertama kehamilan cenderung melahirkan anak yang cerdas. [Shutterstock]

"Otak mengalami serangkaian proses kompleks selama kehamilan dan ini berarti bahwa nutrisi ibu selama hamil merupakan faktor penentu dalam perkembangan otak janin dan dapat memiliki efek jangka panjang," ujarnya.

Dalam hal ini jenis kacang yang sangat bermanfaat untuk perkembangan otak anak sejak dalam kandungan, yakni kacang kenari, kacang almond, kacang tanah, kacang pinus dan hazelnut.

Menurutnya, konsumsi kacang selama hamil bisa membuat anak cerdas, karena memiliki kandungan asam folat tinggi, khususnya asam lemak esensial seperti omega 3 dan omega 6.

baca juga

"Komponen-komponen ini cenderung menumpuk di jaringan saraf, terutama di daerah otak depan yang memengaruhi fungsi memori," tuturnya.

Para ahli menyarankan ibu hamil mengonsumsi setidaknya 7 porsi per minggu kacang selama kehamilan trimester pertama. Intinya, mengonsumsi kacang dua sampai tiga kali lipat dari porsi biasanya akan lebih baik bagi perkembangan otak janin.

Studi ini juga meneliti pengaruh ibu hamil mengonsumsi kacang di kehamilan trimester tiga. Hasilnya, tidak ada pengaruh yang signifikan dari makan kacang dan perkembangan neuropsikologis yang lebih baik.

Para peneliti mengatakan mereka berpikir ini bisa, karena ritme perkembangan janin bervariasi sepanjang kehamilan dan ada periode ketika perkembangan sangat sensitif terhadap ibu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berubah Kuning, Seorang Anak Dilarikan Ke Rumah Sakit Setelah Makan Kacang

Berubah Kuning, Seorang Anak Dilarikan Ke Rumah Sakit Setelah Makan Kacang

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 12:17 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Kacang di Trimester Pertama Kehamilan

Ini Manfaat Konsumsi Kacang di Trimester Pertama Kehamilan

Health | Jum'at, 10 Mei 2019 | 09:22 WIB

Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur hingga Keguguran

Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur hingga Keguguran

Health | Jum'at, 10 Mei 2019 | 06:25 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×