Manikur Gel dengan Sinar Ultraviolet Bikin Kanker Kulit?

M. Reza Sulaiman | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Senin, 20 Mei 2019 | 19:05 WIB
Manikur Gel dengan Sinar Ultraviolet Bikin Kanker Kulit?
Manikur gel dengan sinar ultraviolet berisiko memicu kanker kulit? (Shutterstock)

Suara.com - Manikur Gel dengan Sinar Ultraviolet Bikin Kanker Kulit?

Manikur gel dengan sinar ultraviolet belakangan kian populer karena memberi hasil yang rapi dan tahan lama, bahkan hingga satu bulan. Proses pengeringan cat kuku ini juga disukai, karena tak menyebabkan keretakan pada pulasan cat di kuku.

Namun, pulasan cat kuku yang mengkilap, rapi, dan tahan lama ini dikabarkan berisiko terhadap kesehatan kulit, seperti mempercepat penuaan kulit, infeksi, hingga kanker kulit.

Studi tentang manikur gel sendiri masih sangat sedikit, sebagian besar mengingat bahwa teknik ini dilakukan secara bervariasi oleh beberapa salon. Jadi belum dipastikan apakah benar-benar manikur gel dengan sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker.

Meski begitu, ahli kulit menyarankan orang-orang segera mengambil tindakan prefentif untuk melindungi diri sendiri.

"Kami punya cukup rekomendasi kepada pasien untuk melindungi kulit mereka," kata Dr Chris Adigun, MD, seorang dokter kulit di Chapel Hill, North Carolina sepeti dikutip dari DailyMail, Senin (20/5/2019).

Ilustrasi gel manicure. (Shutterstock)
Ilustrasi  manikur gel dengan sinar ultraviolet kabarnya bisa berisiko kanker kulit? (Shutterstock)

Cara yang paling umum dilakukan adalah menutupi dengan kain atau sarung tangan tanpa kuku ketika pelanggan memasukkan tangannya ke alat manikur dengan sinar ultraviolet itu.

"Saya tidak peduli apakah itu sarung tangan, syal, apapun itu, tetapi sesuatu yang melindungi kulit terhadap sinar UV," kata Dr Adigun.

Meski ada yang merekomendasikan menggunakan tabir surya namun ia menyarankan sebaiknya tidak dilakukan. Karena tabir surya tidak disetujui untuk digunakan di bawah lampu LED.

"Tabir surya telah diuji di bawah sinar yang sama yang dipancarkan dari matahari. Sedangkan tingkat yang dipancarkan dari lampu UVA jauh lebih tinggi daripada sinar matahari, jadi saya tidak tahu itu efektif atau tidak," pungkas Dr Adigun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alih-Alih Bikin Kuku Mengkilap, Gel Manicure Bisa Picu Kanker Kulit

Alih-Alih Bikin Kuku Mengkilap, Gel Manicure Bisa Picu Kanker Kulit

Health | Minggu, 19 Mei 2019 | 11:40 WIB

Bukan Jerawat, Bintik di Hidung Perempuan Ini Ternyata Kanker Kulit

Bukan Jerawat, Bintik di Hidung Perempuan Ini Ternyata Kanker Kulit

Health | Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:45 WIB

Jangan Lupa Pakai Sunscreen Sebelum Manikur, Ini Alasannya

Jangan Lupa Pakai Sunscreen Sebelum Manikur, Ini Alasannya

Health | Jum'at, 29 Maret 2019 | 06:50 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB