Konsumsi Suplemen Kesehatan Kian Jadi Tren

Vania Rossa, Firsta Nodia

Sabtu, 25 Mei 2019 | 12:04 WIB
Konsumsi Suplemen Kesehatan Kian Jadi Tren
Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia merupakan salah satu pasar strategis untuk industri kesehatan dan suplemen makanan dunia. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia pada 2021 diproyeksi mencapai 45 juta penduduk. Dan seiring dengan dengan meningkatnya daya beli masyarakat, konsumsi suplemen kesehatan pun kian menjadi tren.

Namun permintaan akan suplemen kesehatan yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri kesehatan dan suplemen makanan di Indonesia.

Disampaikan Vice President, Quality Assurance and Control Herbalife Nutrition, Peter Chang, kini semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menjalankan hidup sehat sebagai prioritas. Hal ini harus dibarengi dengan komitmen produsen untuk menghadirkan suplemen nutrisi berkualitas.

"Peningkatan permintaan akan produk nutrisi berkualitas harus diikuti dengan usaha produsen untuk transparan dan konsisten guna menjaga kualitas dan keamanan produknya. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mulai dengan sumber bahan-bahan baku berkualitas tinggi dan melalui tahapan produksi yang cermat dengan pengujian lanjutan dari setiap produk jadi," ujar Peter dalam temu media beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata Peter, produsen harus memiliki tahapan proses, produk, laboratorium, serta ilmuwan yang disertifikasi dan diakreditasi oleh organisasi pihak ketiga independen, seperti Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO), serta regulator pemerintah.

"Ketika sebuah perusahaan mendapatkan akreditasi ISO 17025, itu berarti bahwa perusahaan telah mematuhi standar ketat untuk kompetensi teknis tenaga ilmiah laboratorium, keakuratan metode pengujian mikrobiologi dan kimia, dan validasi peralatan," imbuhnya.

Saat ini, lanjut Peter, pasar suplemen makanan kesehatan di Indonesia masih didominasi oleh produk impor yang mencapai 80 persen. Data dari Cekindo, salah satu perusahaan konsultan bisnis dunia, produk suplemen kesehatan impor itu didominasi dari produsen di Amerika Serikat.

"Dari Rp 4,5 triliun (US$ 318 juta) pendapatan perusahaan suplemen makanan kesehatan di Indonesia, sebanyak Rp 3,5 triliun (US$ 250 juta) dikontribusi oleh produk-produk asal Amerika Serikat," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Director and General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi, menambahkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi pemerintah merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan bisnis di industri suplemen makanan kesehatan di Indonesia.

baca juga

Pihaknya mengaku telah menanamkan sejumlah besar investasi untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan berdasar undang-undang yang berlaku. Investasi tersebut dijalankan di semua lini produksi perusahaan seperti penanaman, pengolahan, pengemasan hingga di jalur distribusi yang melibatkan instrumen dan peralatan modern termasuk untuk pengujian DNA bahan baku.

“Singkatnya, perusahaan harus mulai mengadopsi filosofi bisnis berkelanjutan. Dengan kepatuhan terhadap regulasi dan diikuti dengan akreditasi ISO serta akreditasi dari lembaga-lembaga pihak ketiga yang kredibel, maka pelanggan dapat yakin bahwa produk dan fasilitas perusahaan nutrisi memenuhi standar internasional untuk kualitas, pengujian, dan keamanan produk,” tutup Andam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Mudik Lebaran 2019 : Jaga Stamina dengan 5 Vitamin Ini

Tips Mudik Lebaran 2019 : Jaga Stamina dengan 5 Vitamin Ini

Health | Selasa, 14 Mei 2019 | 16:00 WIB

Suka Olahraga, Apa Masih Perlu Minum Suplemen?

Suka Olahraga, Apa Masih Perlu Minum Suplemen?

Health | Selasa, 16 April 2019 | 19:10 WIB

FDA Umumkan Akan Perketat Pengawasan Suplemen, Ini Alasannya

FDA Umumkan Akan Perketat Pengawasan Suplemen, Ini Alasannya

Health | Selasa, 12 Februari 2019 | 16:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×