Disebut Stres Akut, WHO Resmi Akui Kelelahan Bekerja sebagai Kondisi Kronis

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 29 Mei 2019 | 07:05 WIB
Disebut Stres Akut, WHO Resmi Akui Kelelahan Bekerja sebagai Kondisi Kronis
Ilustrasi orang stres berlebih hingga mengalami burn out (Shutterstock)

Suara.com - World Health Organization (WHO) teah menetapkan burn out sebagai penyakit. Burnout adalah suatu kondisi seseorang merasa stres dan lelah karena tuntutan pekerjaannya atau kelelahan bekerja.

Saat ini organisasi tersebut mengadakan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa dan memasukkan burn out dalam Klasifikasi Penyakit Internasional.

Hal ini akan menjadi perhatian dan diakui secara global pada tahun 2022 dengan cara menyediakan layanan kesehatan, asuransi, mengobati dan mencegah gejala burn out atau bisa disebut kelelahan bekerja.

WHO menggambarkan kelelahan ini sebagai stres kerja akut yang tidak bisa dikelola oleh individunya. Kondisi ini juga akan memunculkan 3 gejala hingga seseorang bisa disebut mengalami burn out.

1. Kelelahan energi

2. Perasaan negatif dan sinisme terkait pekerjaan seseorang

3. Profesional dalam bekerja berkurang

Ilustrasi pekerja stres menghadapi pekerjaan yang menumpuk. (Shutterstock)
Ilustrasi pekerja stres menghadapi pekerjaan yang menumpuk. (Shutterstock)

Dalam data Klasifikasi Penyakit Internasional, tercatat bahwa burn out atau kelelahan bekerja secara khusus merujuk dalam konteks pekerjaan dan tidak boleh dikaitkan dengan situasi lainnya.

Beberapa hal yang menjadi fokus mereka adalah terkait stres, kecemasan atau ketakutan, dan suasana hati.

"Ini pertama kalinya burn out secara resmi diakui dalam Klasifikasi Penyakit Internasional," kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, dikutip dari Daily Mail.

Cara usir kantuk saat bekerja (Shutterstock)
Mengantuk saat bekerja (Shutterstock)

Ketentuan baru lainnya yang ditambahkan dalam daftar mereka, yakni:

1. Perilaku seksual komplusif sebagai gangguan mental

2. Video game sebagai kecanduan

Mereka juga menghapus data tentang transgenderisme sebagai gangguan mental. Hal itu karena kondisi ini berhubungan dengan kesehatan seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Tetapkan Kecanduan Video Game Sebagai Penyakit, Padahal Ini Manfaatnya

WHO Tetapkan Kecanduan Video Game Sebagai Penyakit, Padahal Ini Manfaatnya

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 15:28 WIB

WHO Tetapkan Gaming Disorder Sebagai Penyakit, Korea Selatan Menentang

WHO Tetapkan Gaming Disorder Sebagai Penyakit, Korea Selatan Menentang

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 14:59 WIB

Kontak Fisik Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik, Ini Penjelasannya

Kontak Fisik Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik, Ini Penjelasannya

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 11:03 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB