Terobosan Baru Obat Kanker Payudara Terbukti Tingkatkan Kelangsungan Hidup

M. Reza Sulaiman

Selasa, 04 Juni 2019 | 15:47 WIB
Terobosan Baru Obat Kanker Payudara Terbukti Tingkatkan Kelangsungan Hidup
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Terobosan Baru Obat Kanker Payudara Terbukti Tingkatkan Kelangsungan Hidup

Kabar baik bagi pengidap kanker payudara. Sebuah terobosan baru di bidang obat-obatan menghasilkan obat kanker payudara baru, yang disebut bisa meningkatkan kelangsungan hidup pasien.

Dilansir VOA Indonesia, obat ini disebut bisa meningkatkan kelangsungan hidup perempuan muda pengidap kanker payudara secara drastis.

Penemuan tersebut dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Masyarakat Onkologi Klinis Amerika Serikat di Chicago. Menurut penelitian tersebut, penambahan ribociclib inhibitor meningkatkan kelangsungan hidup menjadi 70 persen setelah tiga setengah tahun.

Angka mortalitas berkurang 29 persen dari ketika para pasien, yang semuanya berusia 59 tahun dan belum menopause, secara acak diberikan placebo.

Penulis utama Sara Hurvitz mengatakan bahwa studi tersebut memusatkan perhatian pada jenis kanker yang diakibatkan oleh hormon estrogen. Jenis kanker ini menyumbang dua pertiga dari seluruh kasus di antara perempuan muda.

Biasanya jenis kanker ini diobati dengan terapi-terapi untuk memblokir produksi hormon.

Cara kerja obat baru ini adalah dengan menghambat aktivitas sel kanker yang mengeluarkan enzim.

Pengobatan juga tidak terlalu toksik dibanding kemoterapi tradisional karena menarget sel kanker lebih selektif hingga menghambat kemampuan mereka untuk berkembang.

baca juga
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Sekitar 268 ribu kasus baru kanker payudara diperkirakan akan terdeteksi pada perempuan di AS pada 2019. Sedangkan jenis kanker yang lebih ganas menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan berusia 20 hingga 59 tahun.

Percobaan baru itu meneliti 670 kasus, termasuk hanya perempuan yang punya kanker stadium lanjut, stadium empat, yang sebelumnya tidak menerima terapi penghambat hormon.

"Pasien-pasien itu cenderung didiagnosis terlambat, pada stadium lanjut penyakit mereka. Karena, kita tidak punya modalitas pemeriksaan untuk perempuan muda," kata Hurvitz.

"Ini yang membuat kami gembira karena ini terapi yang mempengaruhi banyak pasien dalam stadium lanjut," katanya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerja Shift Malam Tingkatkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya

Kerja Shift Malam Tingkatkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya

Health | Minggu, 02 Juni 2019 | 19:40 WIB

Kena Kanker Payudara, Ini Bukti Gaya Istri Presiden Suriah Tetap Modis

Kena Kanker Payudara, Ini Bukti Gaya Istri Presiden Suriah Tetap Modis

Lifestyle | Selasa, 28 Mei 2019 | 14:14 WIB

Gejala Kanker Payudara Tak Hanya Benjolan, Ada 4 Gejala 'Tak Terlihat' Lain

Gejala Kanker Payudara Tak Hanya Benjolan, Ada 4 Gejala 'Tak Terlihat' Lain

Health | Minggu, 26 Mei 2019 | 06:30 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×