Penyebab Anak Rewel di Pesawat dan Cara Mengatasinya

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2019 | 19:00 WIB
Penyebab Anak Rewel di Pesawat dan Cara Mengatasinya
ilustrasi bayi menangis di pesawat. [shutterstock]

Suara.com - Penyebab Anak Rewel di Pesawat dan Cara Mengatasinya.

Beberapa waktu lalu jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan aktris bernama Angela Gilsha yang melontarkan keluhannya terhadap bayi yang terus menerus menangis di dalam pesawat.

Perempuan berusia 24 tahun ini merasa terganggu dengan tangisan bayi tersebut dan lebih memilih anjing peliharaan yang diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.

Nah menanggapi penyebab bayi menangis di pesawat, dr Catharine May Sambo, Sp.A (K) selaku Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) mengatakan bahwa umumnya penyebab bayi menangis di pesawat karena tidak nyaman ketika merasakan turbulensi dan perubahan tekanan ketika pesawat naik di ketinggian tertentu.

"Pas naik atau terjadi turbulensi memang akan membuat telinga menjadi sakit. Ketika turun dan naik serta turbulensi itu terjadi perubahan tekanan sehingga anak merasa sakit dan tidak nyaman sehingga menangis," ujar dr May dalam temu media di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dr May menambahkan, untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, Ia mengimbau agar para orangtua melakukan persiapan ketika akan membawa anak naik pesawat. Ia menyarankan orangtua menyiapkan air putih agar anak menelan air yang akan menurunkan rasa nyeri di bagian telinga.

Sehingga ketika pesawat sudah lepas landas dan anak mulai menunjukkan ketidaknyamanannya maka orangtua bisa memberikan air minum. Ia juga menyarankan agar orangtua tidak panik sehingga bisa membantu anak menenangkan dirinya.

"Biasanya sebaiknya disiapkan sebelumnya. Saat nangis biasanya sudah susah diajak nelen atau ditenangin. Jadi diplanning sebelumnya. Kalau sudah tidak nyaman lagi coba ditanya mau minum? Kalau masih bayi mungkin bisa diberi ASI," tandasnya.

Jadi penting mengetahui apa yang diinginkan anak agar bisa menenangkannya saat rewel  di pesawat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Boleh Merokok, Mengapa Pesawat Tetap Sediakan Asbak?

Tak Boleh Merokok, Mengapa Pesawat Tetap Sediakan Asbak?

Lifestyle | Rabu, 19 Juni 2019 | 18:10 WIB

Lebih Berbahaya Mana, Pesawat Lepas Landas atau Mendarat?

Lebih Berbahaya Mana, Pesawat Lepas Landas atau Mendarat?

Lifestyle | Rabu, 19 Juni 2019 | 17:10 WIB

Duduk di Kursi Pesawat Bagian Tengah, Ada Keuntungannya Lho

Duduk di Kursi Pesawat Bagian Tengah, Ada Keuntungannya Lho

Lifestyle | Selasa, 18 Juni 2019 | 17:38 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB