Wanita Ini Tak Bisa Berhubungan Seks karena Alami Vaginal Septum, Apa Itu?

Vika Widiastuti
Wanita Ini Tak Bisa Berhubungan Seks karena Alami Vaginal Septum, Apa Itu?
Ilustrasi malam pertama. (Shutterstock)

Wanita tersebut merasa kesakitan dan tidak bisa berhubungan seks hingga membuat suaminya marah.

Suara.com - Seorang wanita yang baru menikah mendapat perlakukan kasar dari suaminya. Hal ini karena panjang Miss V-nya yang hanya 2 cm tak memungkinkannya untuk berhubungan seks.

Wanita tersebut merasa kesakitan dan tidak bisa berhubungan seks hingga membuat suaminya marah. Pria tersebut bahkan memukulinya dan melecehkannya secara verbal. Ia juga mengirim sang istri kembali ke orang tuanya, menurut dokter yang menulisnya dalam Laporan Kasus BMJ.

Selain itu, di Pakistan juga terdapat stigma sosial bagi wanita yang mengalami infertilitas bersamaan dengan mitos tentang gender, catat para dokter.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu sebelumnya tidak pernah mengalami menstruasi dan merasa sakit di bagian bawah perutnya selama 3 tahun terakhir.

Ibunya mengira ia hanya telat menstruasi dan tetap merencanakan pernikahan untuk putrinya.

Namun setelah diperiksa dokter, ternyata Miss V-nya tertutup dan panjangnya hanya 2 cm. Dia didiagnosis mengalami vaginal septum, yaitu kondisi di mana sistem reproduksinya tidak berkembang dan meninggalkan dinding pembatas jaringan di dalam Miss V.

Kondisi ini ada dua jenis, yaitu longitudinal vaginal septum (LVS) yang berwujud secara vertikal dan transverse vaginal septum (TVS) yang berwujud secara horizontal.

Wanita tersebut mengalami TVS, yang berarti bagian atas dan bawah Miss V-nya terbagi. Dokter pun melakukan operasi untuk mengatasi hal tersebut, seperti dilansir dari Daily Mail. 

Mereka juga membuat cetakan yang dibungkus kondom dan dimasukkan dalam Miss V wanita tersebut selama 7 hari untuk meregangkannya.

Setelah diangkat, cetakan itu diganti cetakan silikon yang memiliki panjang 8cm dan lebar 4cm yang dimasukkan ke dalam Miss V-nya selama tiga minggu.

Ia harus memakainya di malam hari pada bulan kedua dan empat kali seminggu pada bulan ketiga. Setelah itu, ia dibolehkan untuk berhubungan seksual dan telah hamil 7 bulan kemudian.

Wanita itu kini telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat melalui operasi caesar.

"Orang-orang mengatakan kepada keluarga saya bahwa saya bukan seorang wanita, tetapi seorang transgender karena saya tidak pernah bisa aktif secara seksual dan saya tidak bisa hamil," katanya.

"Harga diri saya hilang dan saya tidak bisa menghadapi siapapun karenanya. Namun, prosedur ini memberkati saya dengan hubungan pernikahan yang bahagia, kepercayaan diri, dan bayi yang sehat," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS