Lakukan Bayi Tabung di Usia 40 Tahun, Risiko Kanker Payudara Meningkat

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Kamis, 27 Juni 2019 | 20:31 WIB
Lakukan Bayi Tabung di Usia 40 Tahun, Risiko Kanker Payudara Meningkat
Risiko kanker payudara meningkat pada perempuan ketika lakukan bayi tabung. [shutterstock]

Suara.com - Lakukan Bayi Tabung di Usia 40 Tahun, Risiko Kanker Payudara Meningkat

Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro (IVF), biasa juga disebut bayi tabung, adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh perempuan.

Cara ini sering dipilih oleh banyak pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Sayangnya, metode kehamilan ini disebut bisa membuat perempuan berisiko lebih besar terkena kanker payudara, khususnya pada mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Dilansir Independent, sebuah studi baru yang dilakukan kepada 600 ribu perempuan di Denmark, termasuk di antaranya 58.534 yang menjalani perawatan kesuburan.

Tim peneliti menemukan, mereka yang berusia 40 tahun lebih dan melahirkan dengan metode bayi tabung, dikaitkan dengan kemungkinan 65 persen lebih tinggi didiagnosis terkena kanker payudara.

Untuk menghasilkan sel telur saat pembuahan, perempuan yang menggunakan metode bayi tabung biasanya akan mengonsumsi obat yang merangsang indung telur mereka.

Pada gilirannya ini meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, hormon yang mendorong pertumbuhan jaringan payudara, yang juga dapat mendorong pertumbuhan sel kanker.

Peneliti dari University of Copenhagen mengatakan, peningkatan risiko dapat disebabkan oleh kerentanan terkait usia terhadap paparan hormon atau pada dosis hormon yang lebih tinggi selama percobaan bayi tabung berlangsung.

Peneliti mempresentasikan hal tersebut dalan European Society for Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Wina.

Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Penelitian berjalan dari tahun 1994 hingga 2015 dan mencocokkan setiap perempuan yang melahirkan setelah mencoba mengonsumsi obat hormon yang membantu mereka reproduksi. Di mana 10 perempuan dengan latar belakang yang sama hamil dan melahirkan secara alami.

Tingkat kanker selama penelitian secara keseluruhan rendah. Ada total 3.894 kasus, dan sekitar 0,6 persen perempuan didiagnosis menderita kanker payudara. Jumlah ini meningkat menjadi 0,8 persen pada perempuan yang melakukan bayi tabung.

"Ini adalah peringatan tentang penggunaan stimulasi dosis tinggi pada metode bayi tabung, terutama pada perempuan di atas usia 40," kata Profesor Geeta Nargund, dari Rumah Sakit St George di London dan Create Fertility.

Dia mengatakan dokter harus mulai menasihati pasien yang lebih tua tentang peningkatan risiko ini dan harus mencari cara untuk meminimalkan dosis yang mereka berikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengidap Kanker, Perempuan Ini Pilih Habiskan Waktu Keliling Dunia

Mengidap Kanker, Perempuan Ini Pilih Habiskan Waktu Keliling Dunia

Lifestyle | Kamis, 27 Juni 2019 | 14:23 WIB

Imunoterapi Bikin Perempuan Ini Bebas dari Kanker Payudara Tanpa Kemoterapi

Imunoterapi Bikin Perempuan Ini Bebas dari Kanker Payudara Tanpa Kemoterapi

Health | Kamis, 13 Juni 2019 | 12:15 WIB

Fendy Chow dan Stella Cornelia Belum Mau Coba Program Bayi Tabung

Fendy Chow dan Stella Cornelia Belum Mau Coba Program Bayi Tabung

Entertainment | Rabu, 12 Juni 2019 | 22:51 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB