Array

Orang yang Lapar Ternyata Moodnya Akan Berubah, Begini Penjelasannya!

Rabu, 03 Juli 2019 | 21:35 WIB
Orang yang Lapar Ternyata Moodnya Akan Berubah, Begini Penjelasannya!
Ilustrasi orang kelaparan [shutterstock]

Suara.com - Tidak sedikit orang yang mengaku mood-nya berubah kala sedang merasa kelaparan. Ternyata ini memang ada hubungannya.

Peneliti University of Guelph telah mengungkapkan bahwa penurunan tiba-tiba glukosa (hipoglikemia) yang kita alami ketika lapar dapat memengaruhi suasana hati kita.

"Kami menemukan bukti bahwa perubahan kadar glukosa dapat memiliki efek abadi pada suasana hati," kata Prof Francesco Leri, Departemen Psikologi.

"Saya skeptis ketika orang-orang akan mengatakan kepada saya bahwa mereka akan kesal jika mereka tidak makan, tetapi sekarang saya percaya. Hipoglikemia adalah penekan fisiologis dan psikologis yang kuat," sambungnya, melansir Science Daily.

Studi ini diterbitkan di jurnal Psychopharmacology, meneliti dampak dari penurunan glukosa mendadak terhadap perilaku emosional dengan menginduksi hipoglikemia pada tikus.

"Ketika orang berpikir tentang keadaan suasana hati negatif dan stres, mereka berpikir tentang faktor psikologis, belum tentu faktor metabolisme," kata mahasiswa PhD, Thomas Horman, yang memimpin penelitian.

"Tapi kami menemukan perilaku makan yang buruk dapat berdampak (pada keadaan suasan hati)."

Penelitian pada tikus ini juga menunjukkan, saat lapar mereka mengeluarkan lebih banyak kortikosteron, indikator stres fisiologis.

Tikus-tikus juga menjadi lebih lamban ketika diberi pemblokir glukosa, yang mana bertujuan untuk membuat mereka hipoglikemia.

Baca Juga: Sudah Makan Malam tapi Masih Merasa Lapar, Cek Mungkin Ini Sebabnya!

Temuan ini mendukung gagasan bahwa hewan mengalami stres dan suasana hati tertekan ketika mereka hipoglikemik, katanya, yang mana hampir sama dengan manusia.

"Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami depresi dan kecemasan dapat berbeda dari satu orang ke orang lain. Mengetahui bahwa nutrisi adalah faktor, kita dapat memasukkan kebiasaan makan ke dalam perawatan (depresi) yang memungkinkan."

Meskipun melewatkan satu kali makan hanya dapat membuat Anda 'lapar', kata Horman, temuan ini menunjukkan suasana hati Anda dapat terpengaruh jika melewatkan makan menjadi kebiasaan.

"Suasana hati yang buruk dan makan yang buruk bisa menjadi lingkaran setan di mana jika seseorang tidak makan dengan benar, mereka dapat mengalami penurunan suasana hati, dan penurunan suasana hati ini dapat membuat mereka tidak mau makan."

"Jika seseorang terus-menerus kehilangan makanan dan terus-menerus mengalami stresor ini, responsnya dapat memengaruhi keadaan emosi mereka pada tingkat yang lebih konstan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI