Tidur Pengaruhi Jumlah Sperma, Berapa Jumlah Jam Tidur yang Pria Butuhkan?

Senin, 08 Juli 2019 | 13:32 WIB
Tidur Pengaruhi Jumlah Sperma, Berapa Jumlah Jam Tidur yang Pria Butuhkan?
Ilustrasi sperma (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan sebuah studi terbaru, tidur lebih cepat memengaruhi kesuburan pria. Studi ini menunjukkan, mereka yang tidur sebelum jam 10.30 malam kualitas sperma empat kali lebih baik.

Oleh karena itu, para pakar kesuburan menyarankan pada pasangan yang ingin cepat memiliki momongan untuk menghindari hal-hal yang dapat membuat mereka terjaga semalaman, seperti menonton TV atau hal lainnya.

Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dari Aarhus University, Denmark, ini juga mengatakan kekurangan tidur justru lebih berbahaya. Peneliti mengungkapkan pria yang tidur kurang dari tujuh jam memiliki 6 kali lebih besar kemungkinan mendapatkan sperma yang buruk.

Tidur memainkan peran penting dalam mengontrol hormon dan tingkat stres yang dapat memengaruhi kesuburan.

Stres yang diakibatkan oleh kurang tidur dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang sperma.

"Mereka harus memikirkan apa yang membuat mereka tetap terjaga dan mencoba mengubah kebiasaan mereka, apakah itu menonton Netflix atau mengirim email," kata Dr Raj Mathur, seorang konsultan ginekolog di Manchester University NHS Foundation Trust.

Sperma laki-laki. [Pixabay]
Sperma laki-laki. [Pixabay]

"Tidur lebih awal dengan pasangan mereka juga dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk berhubungan seks, meningkatkan peluang keberhasilan mereka (untuk hamil) lebih besar," sambungnya, melansir Independent UK.

Untuk mewujudkan kualitas sperma yang lebih baik ini, sebaiknya pria tidur selama 7 hingga 8 jam, mengutip Mens Health.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility & Sterility, itu adalah kisaran waktu terbaik untuk menjaga kesehatan sperma.

Baca Juga: Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Merusak Sperma dan Tidak dapat Dipulihkan

Peneliti studi ini, Lauren Wise, Sc.D, profesor epidemiologi di Universitas Boston, menduga waktu tidur yang terlalu sedikit dapat mengurangi pelepasan testosteron, hormon penting untuk memproduksi sperma.

Ia juga menyarankan untuk menerapkan kebiasaan ini 3 bulan sebelum ingin mencoba program hamil. Sebab sel sperma matang dalam sekitar 72 hari, jadi mungkin butuh lebih dari 2 bulan untuk mengalami peningkatan kesuburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI