KPPPA Buktikan Adanya Perlindungan Khusus Anak Minoritas dan Terisolasi

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Minggu, 14 Juli 2019 | 09:10 WIB
KPPPA Buktikan Adanya Perlindungan Khusus Anak Minoritas dan Terisolasi
Event KPPPA [press release]

Suara.com -
Kemen PPPA Buktikan Adanya Perlindungan Khusus Anak Kelompok Minoritas dan Terisolasi

Anak – anak kelompok minoritas diketahui mempunyai kecenderungan kesatuan sosial budaya yang terpisah serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan masyarakat.

Padahal, mereka harusnya mendapatkan perlindungan khusus. Diperlukan kebijakan yang berpihak kepada perlindungan mereka dan sinergitas antar pemerintah untuk mewujudkannya.

“Anak minoritas dan terisolasi merupakan salah satu dari 15 permasalahan terkait anak yang menjadi tugas dan fungsi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan merupakan kategori anak yang harus mendapatkan perlindungan khusus. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan terkait anak minoritas dan terisolasi sudah dirancang dengan lengkap dari sisi regulasi dan benar, yakni sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Upaya perlindungan khusus ini juga merupakan salah satu dari upaya pemenuhan hak anak. Jika dalam format Kota Layak Anak (KLA) maka harus memenuhi 24 indikator, mulai dari indikator pemenuhan hak sipil anak, pengasuhan anak dan lingkungan sosialnya, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan khusus,” tutur Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar pada pembukaan Forum Koordinasi Pendamping Anak Kelompok Minoritas dan Terisolasi di Palembang, Prov. Sumatera Selatan.

Nahar menambahkan bahwa Kemen PPPA juga ingin memastikan bahwa hak – hak anak bisa terpenuhi dan bukan hanya hiasan semata bagi masyarakat tertentu. Mandatnya, upaya perlindungan khusus harus mengedepankan sarana dan prasarana terkait upaya pemenuhan hak anak.

Kepala Dinas PPPA Sumatera Selatan, Susna Sudarti menyambut baik forum ini demi pemenuhan perlindungan khusus bagi anak minoritas dan terisolasi.

Susna menambahkan sejak 2018 telah didirikan Asrama bagi anak Suku Anak Dalam di Kab. Musi Rawas Utara. Asrama ini merupakan hasil sinergitas antara Pemerintah Pusat dan daerah, terutama untuk memenuhi hak pendidikan bagi anak – anak Suku Anak Dalam.

Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas PPPA Kab. Musi Rawas Utara, Doni mengatakan bahwa Asrama bagi Anak - anak Suku Anak Dalam adalah hasil sinergitas antara Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, Dinas Sosial, dan Dinas PPPA.

"Tujuan utama didirikannya asrama ini adalah memberikan pendidikan terkait kesehatan dan pola hidup yang baik, seperti cara mencuci tangan hingga cara bersosialisasi dan berkomunikasi di masyarakat luas. Pihak kami awalnya juga mempelajari bagaimana mereka membangun keluarga, berkomunikasi dan memahami adat budaya mereka. Kendala kami salah satunya adalah kurangnya tenaga pengajar (SDM). Setelah dewasa, mereka akan kembali ke tempat asal mereka dan mewariskan ilmu yang mereka dapatkan di asrama kepada penduduk Suku Anak Dalam,” jelas Doni.

“Saya berharap dalam proses forum koordinasi ini kami bisa mendapatkan koreksi terkait upaya yang telah kami lakukan berdasarkan pengalaman di masing – masing daerah. Selain itu dapat menghasilkan masukan, data dan informasi untuk pengembangan dan kesamaan perpsesi terkait sistem perlindungan anak serta memperkuat koordinasi penyelenggaraan perlindungan anak dalam perspektif pembangunan bagi anak kelompok minoritas dan terisolasi kedepannya,” pungkas Nahar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamatkan Masa Depan Anak, KPPPA Rancang Desa Bebas Pornografi untuk Anak

Selamatkan Masa Depan Anak, KPPPA Rancang Desa Bebas Pornografi untuk Anak

Health | Rabu, 26 Juni 2019 | 01:00 WIB

Anak Yatim Piatu Dianiaya Orangtua Asuh di Depok, KPPPA Dampingi Korban

Anak Yatim Piatu Dianiaya Orangtua Asuh di Depok, KPPPA Dampingi Korban

Health | Jum'at, 31 Mei 2019 | 18:30 WIB

Kasus Santri Dicabuli Pimpinan Ponpes, Menteri Yohana Angkat Bicara

Kasus Santri Dicabuli Pimpinan Ponpes, Menteri Yohana Angkat Bicara

Health | Rabu, 15 Mei 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB