Angka Kematian Tinggi, Begini Nasib Pasien Kanker di Indonesia

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 15 Juli 2019 | 16:00 WIB
Angka Kematian Tinggi, Begini Nasib Pasien Kanker di Indonesia
Dokter Ronald bicara dalam acara diskusi media bertema Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS Kesehatan, Senin (15/7/2019) di kawasan Jakarta Pusat. (Vessy Frizona/Suara.com)

Suara.com - Angka Kematian Tinggi, Begini Nasib Pasien Kanker di Indonesia. 

Data dari Globocan 2018 menyatakan, ada 348.809 orang penderita kanker baru dalam satu tahun di seluruh Indonesia.

Dengan rincian kanker payudara sekitar 58.000 kasus, kanker leher rahim 32.000, kanker usus besar 30.000, dengan total 207.000 kematian akibat kanker.

Apabila penyakit kanker tidak ditangani secara menyeluruh dengan tepat, mulai dari program pencegahan primer dan deteksi dini sampai terapi yang berbasis bukti (evidence-based), maka kemudian hari akan membebani negara secara ekonomi dan sosial.

Dokter Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD KHOM, FINASIM., ahli penyakit dalam dan oknologi medik yang juga Ketua Perhimpunan Hematologi Oknologi Medik Penyakit Dalam (PERHOMPEDIN) DKI Jakarta menyampaikan, pandangan puluhan tahun lalu bahwa kanker adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan adalah salah.

"Di Amerika dan Eropa, dalam 40 tahun terakhir, angka kesembuhan pada banyak jenis kanker meningkat tajam," ungkap dokter Ronald saat ditemui Suara.com dalam acara diskusi media bertema Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS Kesehatan, Senin (15/7/2019) di kawasan Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di Inggris, kanker payudara saat ini memiliki tingkat kesintasan 10 tahun sekitar 80 persen sejak diagnosis ditegakkan. Untuk kanker prostat, yang merupakan kanker utama pada pria, sekitar 84 persen penderitanya masih hidup sesudah dinyatakan sakit (dibanding hanya 25 persen pads 1970-1971). Hampir sama halnya dengan pesien leukimia kronik yang sejak didiagnosis ditegakkan, masih lebih 90 persen bertahan hidup selama 10 tahun.

"Berbagai angka yang hampir sama sudah terlihat di beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Untuk kanker stadium lanjut, hasil pengobatan juga semakin baik. Misalnya, kanker payudara stadium 4 (matastatic breast cancer) yang 30 tahun lalu tidak sampai 20 persen pasien masih bertahan hidup sesudah 5 tahun, saat ini pada kelompok tertentu (HER2 positif) bisa memiliki harapan hidup lebih dari 5 tahun," paparnya.

Berdasarkan perkembangan tersebut, dokter Ronald menyatakan, sangat penting bagi pemerintah untuk bersama-sama seluruh pemangku kepentingan mengupayakan agar penatalaksanaan kanker dengan angka kematian tinggi ini sesuai dengan perkembangan standar medis. Sehingga bisa diakses pasien yang memerlukan, terutama melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipindahkan ke Ruangan Lain, Pasien Ini Diseret Perawat Pakai Seprai

Dipindahkan ke Ruangan Lain, Pasien Ini Diseret Perawat Pakai Seprai

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:40 WIB

Mendengarkan Musik Bisa Ringankan Rasa Sakit Pasien Kanker, Ini Alasannya!

Mendengarkan Musik Bisa Ringankan Rasa Sakit Pasien Kanker, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 19 Juni 2019 | 07:20 WIB

Sebelum Meninggal, Dokter Ini Buat Surat Terbuka untuk para Dokter

Sebelum Meninggal, Dokter Ini Buat Surat Terbuka untuk para Dokter

Health | Selasa, 18 Juni 2019 | 06:45 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB