Minum Air Dingin Setelah Latihan Sepak Bola, Pria Ini Pingsan dan Meninggal

Vika Widiastuti

Jum'at, 26 Juli 2019 | 09:35 WIB
Minum Air Dingin Setelah Latihan Sepak Bola, Pria Ini Pingsan dan Meninggal
Ilustrasi olahraga sepak bola. (Shutterstock)

Suara.com - Minum Air Dingin Setelah Latihan Sepak Bola, Pria Ini Pingsan dan Meninggal

Aktif berolahraga bagus untuk kesehatan, di antaranya membuat tubuh lebih bugar, meningkatkan daya tahan tubuh hingga menigkatkan daya pikir.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa olahraga secara berlebihan pun tidak baik dan bisa mengakibatkan masalah yang fatal. Seperti yang baru saja dialami seorang pria berusia 48 tahun ini.

Setelah melakukan latihan sepak bola instens, pria ini dilaporkan pingsan mendadak dan meninggal dunia. Menurut Setn, insiden ini terjadi di Provinsi Jiangxi, China pada 17 Juli 2019.

Dilansir dari World of Buzz, kejadian berawal saat pria itu dan teman-temannya mengunjungi tempat makan setelah mereka melakukan latihan yang intens. Salah seorang teman pria tersebut mengatakan, korban sudah terlihat berbeda.

Tak lama setelahnya, korban memesan minuman dingin, tetapi baru minum beberapa teguk, ia pingsan dan jatuh ke tanah. Teman-temannya mulai panik dan berusaha meminta tolong.

Ternyata ada seorang dokter di tempat kejadian yang kemudian bergegas mencoba menolongnya dan melakukan perawatan darurat. Namun, sayang nyawa pria tersebut tidak tertolong.

Ilustrasi olahraga lari [shutterstock]
Ilustrasi olahraga lari [shutterstock]

Peristiwa ini pun menjadi viral dan memicu beragam spekulasi di antara warganet. Mereka menyimpulkan pria itu meninggal mungkin disebabkan oleh konsumsi minuman dingin setelah latihan berat.

Beberapa berpikir, bahwa tubuhnya mungkin terlalu panas setelah latihan dan air es membuat tubuhnya terkejut.

Menepis semua spekulasi tersebut, seorang dokter mengatakan bahwa sebagian besar penyebab kematian setelah sesi olahraga adalah karena serangan jantung mendadak, atau terkait dengan otak, bahkan bisa juga heat stroke.

Faktanya, ia mengungkapkan bawa kematian akibat serangan jantung menyumbang 80 persen dari kematian yang terjadi setelah latihan intensif dan menjelaskan bahwa sangat tidak mungkin 'kejutan' pada sistem akibat minum air dingin menyebabkan pria itu meninggal.

Meski begitu perlu dicatat bahwa Anda tidak boleh minum air dingin setelah latihan yang berat, karena bisa menyebabkan kelelahan dan kram.

Menurut Spoon University tubuh Anda akan menggunakan banyak sumber energi untuk memanaskan air. Untuk itu, lebih baik konsumsi air dalam suhu ruangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianggap Vulgar, Youtuber Kimi Hime Aslinya Senang Olahraga Lho!

Dianggap Vulgar, Youtuber Kimi Hime Aslinya Senang Olahraga Lho!

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 16:15 WIB

Satu Bulan Sebelum Serangan Jantung, Tubuh Beri Peringatan Lewat 8 Gejala

Satu Bulan Sebelum Serangan Jantung, Tubuh Beri Peringatan Lewat 8 Gejala

Health | Senin, 22 Juli 2019 | 15:09 WIB

Cegah Dampak Negatif dari Olahraga Lari, Ini Saran dari Dokter

Cegah Dampak Negatif dari Olahraga Lari, Ini Saran dari Dokter

Health | Selasa, 16 Juli 2019 | 18:45 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB