Studi Ungkap Kadar Estrogen Tinggi Pengaruhi Risiko Anak Lahir Autis

Rabu, 31 Juli 2019 | 18:15 WIB
Studi Ungkap Kadar Estrogen Tinggi Pengaruhi Risiko Anak Lahir Autis
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, tim ilmuwan dari University of Cambridge telah mengeksplorasi korelasi antara tertosteron dan auitsme.

Penelitian baru dilansir dari Fox News ini menunjukkan adanya hubungan lebih kuat antara autisme dan estrogen. Penelitian ini diterbitkan di Molecular Psychiatry yang dipimpin oleh Dr. Simon Baron-Cochen, direktur universitas Pusat Penelitian Autisme.

Para peneliti melihat peningkatan aktivitas testosteron selama masa kehamilan pada anak-anak yang mengembangkan potensi autisme, terutama pada anak laki-laki.

Temuan mereka sesuai dengan insiden autisme yang lebih tinggi pada anak laki-laki. Menurut CDC , anak laki-laki 4 kali lebih mungkin mengalami autisme memiliki kelainan dibandingkan anak perempuan.

Namun, penelitian ini melaporkan bahwa penelitian lain tidak selalu menunjukkan korelasi antara testosteron tinggi dan autisme. Sebagai contoh, beberapa penelitian mengukur kadar hormon setelah bayi lahir, tetapi kadar testosteron yang tinggi tidak sesuai dengan diagnosis autisme.

Dengan demikian, para peneliti mencatat bahwa temuan ini mungkin menyarankan hubungan antara ASD dan sistem endokrin yang lebih luas.

Ilustrasi autisme. (Shutterstock)
Ilustrasi autisme. (Shutterstock)

Selama studi baru ini, para peneliti juga mengukur kadar estrogen melalui sampel cairan ketuban dari Denmark Birth Birth Cohort.

Mereka mengukur kadar estrogen pada 98 ibu hamil mengandung anak laki-laki yang mengembangkan autism spectrum disorder (ASD) dan 177 ibu hamil mengandung anak laki-laki yang tidak ada indikasi autisme.

Hasilnya, kadar estrogen yang tinggi berhubungan erat dengan meningkatkan risiko bayi mengembangkan autisme.

Baca Juga: Menyentuh, Ketika Penumpang Berteman dengan Penderita Autis di Pesawat

Korelasi antara estrogen dan autisme ini dapat memberikan jalan baru untuk mengeksplorasi penyebab ASD karena kadar estrogen dalam autisme belum pernah diteliti.

Namun, estrogen diketahui memengaruhi perkembangan otak seperti halnya testosteron.

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa gadis autis memiliki struktur otak abnormal yang dapat dilihat melalui MRI.

Selain itu, anak perempuan autis dan ibunya cenderung lebih sering terkena kanker payudara atau ovarium dibandingkan wanita lain.

Tingkat estrogen yang tinggi juga dapat menjelaskan beberapa karakteristik seputar autisme yang telah diamati oleh penelitian sebelumnya.

Studi ini menyimpulkan bahwa estrogen yang tinggi adalah "karakteristik autisme." Para penulis berpikir hormon ini dapat berinteraksi dengan faktor genetik yang berperan dalam gangguan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI