2. Sleep terror
Salah satu penyebab anak sering mengigau yang satu ini juga sering disebut sebagai night terror. Gangguan ini menyebabkan perasaan takut berlebih pada beberapa jam pertama setelah tidur.
Night terror biasanya dipicu oleh kelelahan parah, kurang tidur, stres, dan demam. Anak-anak yang mengalaminya bisa berteriak, memukul, atau menendang sebagai respons dari mimpi buruk.
3. Nocturnal sleep-related eating disorder (NS-RED)
Sering mengigau juga bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami gangguan NS-RED. Gangguan ini dapat dipicu oleh stres, gangguan tidur lain, serta rasa lapar pada siang hari.
Anak yang mengalami NS-RED akan sering terbangun untuk mencari makanan. Perilaku ini sering kali disertai dengan mengigau. Esok harinya, anak biasanya tidak mengingat bahwa ia terbangun pada tengah malam.
Cara mengatasi anak yang kerap mengigau
Wajar bagi orangtua untuk merasa cemas saat mengetahui anaknya sering mengigau. Guna mengurangi kekhawatiran Anda, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan bersama si kecil:
-Membiasakan tidur dan bangun pada jam yang sama
-Pastikan anak tidur cukup, yakni selama 11-14 jam
-Melatih anak untuk kembali tidur saat terbangun di malam hari
-Mengatur tempat tidur dan suhu kamar anak agar ia bisa tidur dengan nyaman
-Tidak memberikan makanan berat sebelum tidur
Cara tersebut dapat diterapkan jika perilaku mengigau anak tergolong ringan.
Namun jika anak sudah terlalu sering mengigau, kerap bermimpi buruk, atau menjerit saat mengigau mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut bersama dokter spesialis.