Catat, LASIK Wajib Dilakukan Jika Kondisi Mata Sudah Begini

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 15 Agustus 2019 | 17:53 WIB
Catat, LASIK Wajib Dilakukan Jika Kondisi Mata Sudah Begini
Kondisi medis yang mewajibkan operasi LASIK. [shutterstock]

Suara.com - Catat, LASIK Wajib Dilakukan Jika Kondisi Mata Sudah Begini

LASIK alias laser-assisted in-situ keratomileusis merupakan metode terapi untuk menghilangkan gangguan refraksi pada mata, baik itu mata minus maupun mata plus.

Dikatakan dr Setiyo Budi Riyanto, SpM, Direktur Jakarta Eye Center Menteng, sebagian besar pasien melakukan operasi LASIK karena faktor kenyamanan, seperti tidak ingin menggunakan kacamata, sulit berolahraga, hingga penampilan.

Namun ada lho, kondisi medis yang membuat seseorang wajib melakukan operasi LASIK. Menurut dr Setiyo, kondisi ini disebut sebagai anisometropia.

"Jadi ketika minusnya nggak sama antara dua bola mata. Yang satu minus 10, yang satu minus 1 atau normal. Ini kalau dipakaikan kacamata, pasien akan pusing karena lensanya nggak seimbang," tutur dr Setiyo, dalam temu media baru-baru ini.

Pada pasien dengan kondisi inilah operasi LASIK disarankan untuk dilakukan. Tentu saja, pasien harus memenuhi persyaratan awal terlebih dahulu seperti sudah berusia di atas 18 tahun, tidak sedang hamil atau menyusui, dan ketebalan kornea mencukupi.

Bagaimana jika kelainan anisometropia terjadi pada anak-anak? Apakah masih tetap harus menunggu hingga berusia 18 tahun?

Kondisi kesehatan mata. (Shutterstock)
Kondisi kesehatan mata. (Shutterstock)

Dijelaskan dr Setiyo pada anak-anak dengan kelainan refraksi, tata laksana yang utama adalah penggunaan kacamata. Sebab, kondisi mata anak masih bisa berubah sebelum mencapai usia dewasa.

Perubahan yang terjadi bisa membuat kelainan refraksi, baik itu minus maupun plus, bertambah atau berkurang.

"Kenapa minimal 18 tahun karena kalau masih muda misalnya 15 tahun, kondisi mata masih bisa berubah. Bisa saja dia di usia tersebut minus 8 lalu ketika usia 20 bertambah jadi minus 11. Sebelum usia 18 kita masih anjurkan untuk menggunakan kacamata," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Jaga Kesehatan Mata, Vitamin A Ternyata Turunkan Risiko Kanker Kulit

Selain Jaga Kesehatan Mata, Vitamin A Ternyata Turunkan Risiko Kanker Kulit

Health | Rabu, 07 Agustus 2019 | 14:10 WIB

Cara Lindungi Mata dari Polusi Udara agar Tidak Iritasi dan Infeksi

Cara Lindungi Mata dari Polusi Udara agar Tidak Iritasi dan Infeksi

Health | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 18:08 WIB

Mitos Fakta Seputar Kesehatan Mata Anak

Mitos Fakta Seputar Kesehatan Mata Anak

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 06:25 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB