Jangan Suka Mengeluh, Hati-hati Dampaknya Pada Kesehatan Fisik!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 12:28 WIB
Jangan Suka Mengeluh, Hati-hati Dampaknya Pada Kesehatan Fisik!
Ilustrasi perempuan marah, mengeluh (shuttertsock)

Suara.com - Hampir semua orang pasti pernah mengeluh, baik mengeluh soal percintaan, pekerjaan dan lainnya. Seperti Ho Joo, pria 45 tahun asal Singapura yang mengaku sering mengeluh setiap menghadapi masalah.

Tapi, banyak orang yang mungkin belum mengetahui bahwa kebiasaan mengeluh bisa membawa dampak buruk pada kesehatan.

"Kadang-kadang saya menemukan diri saya mengeluh tanpa berpikir tentang hal sama berulang kali. Setelah beberapa saat saya menyadari bahwa mengeluh tidak menyelesaikan apapun," katanya dikutip dari Asia One.

Banyak orang mengira dengan mengeluh bisa mengurangi beban dan menghindari stres. Sayangnya, kebiasaan ini bisa memengaruhi kesehatan fisi dalam jangka panjang.

Penelitian tahun 2004 oleh Archives of General Psychiatry terlah mensurvei 999 pria dan wanita tua selama hampir satu dekade dan ada 397 peserta meninggal dunia.

Ilustrasi stres (shutterstock)
Ilustrasi stres (shutterstock)

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa peserta yang menganggap dirinya sangat optimis memiliki risiko kematian lebih rendah hingga 55 persen.

Berbeda dengan orang yang lebih sering mengeluh. Mereka berisiko 23 persen lebih tinggi mengalami kematian akibat gagal jantung.

Menurut peneliti, hal ini bisa disebabkan oleh depresi berat yang dikaitkan dengan pandangan negatif sebagai faktor risiko masalah kardiovaskular.

Mereka menjelaskan keluhan yang berkepanjangan bisa membuat seseorang merasa cemas, mudah tersinggung, tidak berdaya dan putus asa.

Pemikiran negatif itulah yang justru meningkatkan stres kronis hingga memengaruhi otak secara negatif.

Ilustrasi stres (shuttertsock)
Ilustrasi stres (shuttertsock)

Pada 2014, studi oleh University of California di dalam jurnal Molecular Psychiatry menemukan bahwa orang yang menderita stres kronis mengalami perubahan di otak. Sehingga mereka lebih rentan terhadap kecemasan dan gangguan suasana hati.

Sebuah studi tahun 2008 oleh University of California yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience juga menemukan stres jangka pendek dapat menyebabkan masalah komunikasi antara sel-sel otak di daerah yang terkait dengan memori.

"Perilaku seperti itu bisa merusakan suasana hati Anda hari itu juga dan memengaruhi ketahanan emosional dalam jangka panjang," kata Sebastian Droesler, psikolog konseling di Hongkong dikutip dari Asia One.

Berbeda dengan mereka yang memiliki mengeluh ketika merasa perlu maka terlihat lebih bahagia dan penuh perhatian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung

Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:29 WIB

Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali

Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali

Health | Selasa, 10 Maret 2026 | 23:02 WIB

Klinik Safe Space, Dukungan Baru untuk Kesehatan Fisik dan Mental Perempuan Pekerja

Klinik Safe Space, Dukungan Baru untuk Kesehatan Fisik dan Mental Perempuan Pekerja

Health | Selasa, 18 November 2025 | 01:28 WIB

Risiko Serangan Jantung Tak Pandang Usia, Pentingnya Layanan Terpadu untuk Selamatkan Nyawa

Risiko Serangan Jantung Tak Pandang Usia, Pentingnya Layanan Terpadu untuk Selamatkan Nyawa

Health | Senin, 29 September 2025 | 16:49 WIB

47 Persen Orang Dewasa Terancam, Rahasia Gusi dan Hubungannya dengan Jantung: Diabetes dan Alzheimer

47 Persen Orang Dewasa Terancam, Rahasia Gusi dan Hubungannya dengan Jantung: Diabetes dan Alzheimer

Video | Rabu, 23 Juli 2025 | 11:05 WIB

Sering Dianggap Sepele, 3 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Orang Lain Menjauhimu

Sering Dianggap Sepele, 3 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Orang Lain Menjauhimu

Lifestyle | Rabu, 30 April 2025 | 14:49 WIB

Joey Pelupessy Mengeluh Usai Bela Timnas Indonesia: Saya Tidak Bisa...

Joey Pelupessy Mengeluh Usai Bela Timnas Indonesia: Saya Tidak Bisa...

Bola | Rabu, 30 April 2025 | 06:26 WIB

Hati-hati Pola Tidur Berantakan! Ini Dampaknya pada Otak, Emosi, dan Kesehatan Fisik

Hati-hati Pola Tidur Berantakan! Ini Dampaknya pada Otak, Emosi, dan Kesehatan Fisik

Health | Selasa, 08 April 2025 | 09:01 WIB

Pemain Timnas Indonesia Mulai Mengeluh dengan Strategi Patrick Kluivert

Pemain Timnas Indonesia Mulai Mengeluh dengan Strategi Patrick Kluivert

Bola | Rabu, 02 April 2025 | 10:28 WIB

Cara Menghadapi Teman yang Sering Mengeluh

Cara Menghadapi Teman yang Sering Mengeluh

Lifestyle | Senin, 10 Februari 2025 | 10:05 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB