Moms Stres saat Mengasuh, Studi Sebut Bisa Rusak Hubungan dengan Anak

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:52 WIB
Moms Stres saat Mengasuh, Studi Sebut Bisa Rusak Hubungan dengan Anak
Ilustrasi ibu kelelahan dan stres saat mengasuh anak. [shutterstock]

Suara.com - Moms Stres saat Mengasuh, Studi Sebut Bisa Rusak Hubungan dengan Anak.

Mengasuh anak memang susah-susah gampang, apalagi bagi ibu baru sedikit pengalaman, tantangan terbesarnya mereka tidak bisa bebas, karenanya stres sering menyerang.

Nah, stres jangan dibiarkan karena sebuah penelitian menyebut mengasuh saat stres akan membuat orang tua dan anak sulit untuk berkomunikasi, dilansir Science Daily, Jumat (30/8/2019)

Penelitian dilakukan Nanyang Technological University (NTU) Singapura dengan meneliti aktivitas otak 31 pasang ibu dan anak, saat mereka menonton televisi animasi bersama-sama.

Ditemukan jika ibu yang merasa stres karena pola asuhan, aktivitas otaknya tidak sinkron saat berkomunikasi dengan anak.

Prefrontal cortex jadi bagian otak yang dipantau secara spesifik untuk melihat tingkatan komunikasi. Bagian ini memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Saat orang tua dan anak menunjukkan aktivitas otak yang sangat mirip atau tersinkronisasi di bagian otak tersebut, maka menunjukkan keduanya selaras dengan keadaan emosi masing-masing.

Disebutkan, stres karena pengasuhan terjadi saat orang tua dituntut mengasuh lebih baik dari sisi waktu, materi, hingga pengetahuan, tapi mereka tidak memiliki kapasitas yang layak dan mempuni. Saat stres maka sensitivitas ibu akan terhambat, sehingga berpengaruh negatif pada hubungan anak dan orang tua dalam jangka panjang.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa stres orangtua sangat melemahkan komunikasi ibu dan anak. Pengamatan kami kemungkinan berasal dari kurangnya kemampuan ibu untuk berbagi perspektid dengan anak," ujar peneliti Hianluca Esposito, Sekolah Ilmu Sosial dan Afektid (SAN-Lab) NTU Singapura.

baca juga

"Akhirnya ketidakmampuan untuk menghargai sudut pandang anak ini dapat mengurangi kualitas hubungan anak dan orang tua, serta merusak hubungan ibu dan anak dalam jangka panjang," lanjutnya.

Penelitian juga dilakukan bekerjasama dengan para peneliti Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pembangunan Manusia Amerika Serikat, Universitas Trento dan Universitas Padova Italia. Sudah diterbitkan Nature Scientific Report Agustus 2019, bahwa ibu yangs tres saat mengasuh, bisa rusak hubungan dengan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biasakan Anak Bersikap Baik? Coba Ajukan Pertanyaan Ini Setiap Hari

Biasakan Anak Bersikap Baik? Coba Ajukan Pertanyaan Ini Setiap Hari

Health | Sabtu, 05 Januari 2019 | 20:55 WIB

Tagih Bayaran Nunggak, Pengasuh Anak Ini Malah Syok Sendiri

Tagih Bayaran Nunggak, Pengasuh Anak Ini Malah Syok Sendiri

Lifestyle | Kamis, 03 Januari 2019 | 13:44 WIB

3 Bulan, Waktu yang Dibutuhkan Ibu Baru untuk Mengenal Bayinya

3 Bulan, Waktu yang Dibutuhkan Ibu Baru untuk Mengenal Bayinya

Health | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 13:18 WIB

Terkini

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:01 WIB

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00 WIB

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:59 WIB

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

Surakarta | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:58 WIB

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:57 WIB

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:56 WIB

Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:52 WIB

Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran

Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51 WIB

×