Cuma 5 Menit, Tes Kepribadian Ini Deteksi Anda Kena Alzeimer atau Tidak

M. Reza Sulaiman | Vessy Dwirika Frizona
Cuma 5 Menit, Tes Kepribadian Ini Deteksi Anda Kena Alzeimer atau Tidak
Ilustrasi penyakit alzheimer. (Shutterstock)

Tes Kepribadian ini bisa mendeteksi apakah Anda mengalami gejala Alzheimer. Seperti apa?

Suara.com - Cuma 5 Menit, Tes Kepribadian Ini Deteksi Anda Kena Alzeimer atau Tidak

Sekitar 5,4 juta orang Amerika hidup dengan Alzheimer dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang.

Hal itu membuat frustrasi karena belum ada cara tepat untuk mendiagnosis atau memprediksi penyakit ini.

Tetapi dokter berharap menemukan cara baru untuk mengidentifikasi beberapa tanda awal demensia, sehingga mereka dapat memberi perawatan terbaik kepada pasien sedini mungkin.

Seperti dilansir TheHeartySoul, Senin (9/9/2019), sekelompok peneliti mengembangkan daftar periksa baru yang berfokus mendeteksi perubahan kepribadian sebagai tanda utama demensia.

Temuan ini dipresentasikan pada Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer di Toronto, Kanada, baru-baru ini.

Daftar periksa mendiagnosis suatu kondisi yang dikenal sebagai Mild Behavioral Impairment (MBI), yang sering dijadikan tanda adanya penurunan kemampuan berpikir. Daftar ini berfokus pada lima kategori gejala perilaku yakni:

  1. Minat dan motivasi
  2. Gejala perubahan mood dan kecemasan
  3. Kontrol kesesuaian sosial
  4. Perbedaan pemikiran
  5. Cara persepsi dan pengalaman indrawi

Dengan mengisi daftar periksa ini, dokter dapat mengidentifikasi jika pasien memiliki MBI yang biasanya memerlukan gejala neuropsikiatrik di kemudian hari sehingga hanya mampu bertahan selama lebih dari enam bulan.

Ilustrasi perempuan mengalami alzheimer. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami alzheimer. (Shutterstock)

“Daftar periksa baru yang diusulkan ini menggambarkan dan membantu mengidentifikasi tahap klinis baru pada penyakit dan berpotensi mewakili perubahan paradigma dalam pengujian neurodegenerasi formal jauh dari fokus tunggal memori yang juga mencakup perilaku,” kata Maria Carrillo, kepala Petugas di Asosiasi Alzheimer.

Para peneliti berharap daftar periksa yang disebut MBI-C ini akan membantu menjernihkan beberapa kebingungan itu. Tes pada perubahan kepribadian dan suasana hati mungkin lebih efektif daripada tes memori, karena sedikit perubahan kepribadian mungkin terjadi jauh sebelum kehilangan memori.

"Kami mengusulkan bahwa utilitas MBI-C setelah disempurnakan dan diperiksa oleh komunitas Alzheimer tergolong signifikan tidak hanya secara klinis, tetapi juga dalam penelitian," kata Dr. Zahinoor Ismail dari University of Calgary.

Selain itu, cara ini mungkin dapat membuat atau menurunkan versi yang dapat diberikan kepada anggota keluarga orang dewasa yang lebih tua untuk menentukan sifat dan tingkat gejala neuropsikiatri dan untuk mengukur perubahan dari waktu ke waktu.

"Dari perspektif penelitian, skala dapat terbukti dapat digunakan dalam studi biomarker dan neuroimaging di negara-negara klinis pra-demensia, dalam studi epidemiologi sampel masyarakat, dan dalam studi observasional sampel klinis," jelasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS