Inovator Muda Penemu Alat Deteksi Diabetes Ini Dapat Atensi Menkes

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Senin, 09 September 2019 | 10:00 WIB
Inovator Muda Penemu Alat Deteksi Diabetes Ini Dapat Atensi Menkes
Celestine Wenardy, inovator muda penemu alat deteksi diabetes. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Inovator Muda Penemu Alat Deteksi Diabetes Ini Dapat Atensi Menkes. 

Celestine Wenardy mungkin nama yang masih asing di telinga mayoritas masyarakat Indonesia. Tapi di tangan pelajar asal Jakarta ini, telah tercipta alat luar biasa yang disebut glukometer.

Glukometer merupakan alat non-invasif untuk mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa harus melakukan pengambilan sampel darah.

Ia menggunakan metode interferometri dan teknologi termal atau menggunakan suhu tubuh dan cahaya untuk mendapatkan kadar glukosa yang akurat pada tubuh pasien diabetes.

Luar biasanya, karya Celestine berhasil meraih penghargaan Virgin Galactic Pioneer Award dalam ajang Google Science Fair 2019 lalu.

Ditemui media di Gedung Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu, Celestine mengaku memiliki misi khusus ketika menciptakan alat tersebut.

"Masih banyak pengidap diabetes di Indonesia yang belum terdiagnosa, makanya saya membuat alat ini. Harapannya, orang-orang yang mengidap diabetes bisa didiagnosa sejak dini dan segera mendapatkan pengobatan yang sesuai," kata perempuan yang kini duduk di bangku kelas 2 SMA British School Jakarta.

Menurut pihak Kementerian Kesehatan RI, keakuratan alat glukometer mencapai 0,843.

Bila nanti akan diproduksi massal dan dijual secara luas, glukometer ciptaan Celestine akan dijual seharga 63 USD atau sekitar Rp 882 ribu.

baca juga

Mendapat Atensi Pemerintah

Pada akhir Agustus 2019 lalu, Celestine Wenardy mendapat kesempatan bertemu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek di Jakarta.

Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap inovator muda di dunia medis, salah satunya Celestine.

Menurut Menteri Nila, alat yang diciptakan oleh Celestine datang dari pemahaman yang sederhana di mana pasien penderita diabetes pasti tak melulu mau disuntik setiap hari.

"Saya sendiri ditusuk (suntik) melulu tangannya, Adik ini memikirkan bagaimana caranya, ternyata dia memperhatikan suhu tubuh," kata Menkes Nila saat itu.

Menkes Nila juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan kepada Celestine supaya alat glukometer bisa diproduksi dan bermanfaat bagi banyak orang.

"Tentu kami sangat mendukung. Pemerintah mendukung, ini anak-anak yang luar biasa," kata Nila.

Selain mendapatkan dukungan pemerintah Republik Indonesia, Celestine Wenardy juga berhak atas beasiswa pendidikan sebesar 15.000 USD, serta berkesempatan bertemu mentor teknik dari Virgin Galactic selama satu tahun atas prestasinya menjadi inovator muda penemu alat deteksi diabetes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stroke hingga Diabetes, Kondisi Mata Dapat Menunjukkan Penyakit Tertentu

Stroke hingga Diabetes, Kondisi Mata Dapat Menunjukkan Penyakit Tertentu

Health | Selasa, 03 September 2019 | 16:20 WIB

3 Berita Menarik: Jakarta Kota Diabetes, Pesan Pakar Kesehatan untuk Jokowi

3 Berita Menarik: Jakarta Kota Diabetes, Pesan Pakar Kesehatan untuk Jokowi

Health | Selasa, 27 Agustus 2019 | 21:33 WIB

Duta Besar Denmark Ungkap Kunci Hidup Sehat Warga Negaranya

Duta Besar Denmark Ungkap Kunci Hidup Sehat Warga Negaranya

Health | Selasa, 27 Agustus 2019 | 16:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×