Ibu Hamil Ini Cuma Makan Buah-Buahan, Memang Boleh?

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Ibu Hamil Ini Cuma Makan Buah-Buahan, Memang Boleh?
Ilustrasi ibu hamil makan semangka. (Shutterstock)

Si calon ibu ini bahkan mengaku dirinya sehat-sehat saja meski hanya mengonsumsi buah-buahan.

Suara.com - Setiap calon ibu pastilah menginginkan yang terbaik untuk bayi yang tengah dikandungnya, salah satunya dengan memberi nutrisi terbaik dari berbagai makanan yang mereka konsumsi. Hal ini pula yang dilakukan oleh seorang ibu bernama Anne Jensen.

Perempuan berusia 23 tahun ini merupakan seorang frutarian, yakni sebuah praktik mengganti pola makan biasa hanya dengan mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Banyak orang mungkin akan menganggapnya aneh, karena ia hanya mengonsumsi berbagai buah-buahan dalam kondisi hamil. Namun, dilansir dari Metro, Anne yang saat ini usia kehamilannya menginjak 25 minggu tersebut merasa baik- baik saja.

Dia bahkan ingin anak di dalam perutnya makan hal yang sama seperti dirinya, seperti melon, pisang, dan salad yang terbuat dari bayam, selada dan tomat.

Meskipun rata-rata ia memakan makanan ini dengan mentah, Anne mengatakan selama hamil, dia tetap memasak makanan-makanan ini, karena dapat membantunya mengatasi mual.

Anne yakin bahwa menjadi fruitarian bisa tetap meningkatkan energinya, yang akan bermanfaat saat nanti dia siap untuk membawa kehidupan baru ke dunia.

Begitu dia melahirkan, dia berencana untuk mendengarkan tubuhnya untuk mencari tahu jenis diet apa yang terbaik untuknya, tetapi berharap dia bisa kembali ke fruitarian penuh waktu.

"Saya ingin membesarkan anak saya sebagai fruitarian, tetapi saya tidak bisa melakukannya jika saya tidak mengikuti diet sendiri," katanya.

Selain itu, Anne juga mengatakan jika dirinya berencana untuk menyusui selama bayinya menginginkannya.

"Saya tahu itu adalah sumber utama kalori untuk bayi dan akan memperkenalkan makanan secara perlahan di sampingnya. Saya hanya akan menunggu dan melihat apa yang terbaik untuk bayi saya," ungkapnya.

Dia juga mengatakan jika sebagian besar temannya yang juga fruitarian setuju bahwa ini adalah pilihan yang paling sehat yang dia ambil, dan dia merasa beruntung jika orang-orang di sekitarnya sangat mendukung.

Sayangnya, di media sosial, kata Anne, banyak yang tidak memahami diet vegan mentah yang ia lakukan saat ini. Dia pun banyak mendapatk kritik keras mengenai kondisi bayinya saat ini.

"Tetapi orang-orang daring, yang tidak memahami diet vegan mentah, sangat kritis, memberi tahu saya bahwa saya harus minum susu sapi saat hamil untuk memberi bayi saya segala yang dibutuhkannya. Tapi saya percaya susu sapi untuk bayi sapi, dan manusia bisa mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan dari tanaman," ungkapnya.

Anne sendiri menjalani diet begetarian sejak berusia 12 tahun, setelah melihat teman-temannya beralih ke diet ini dan melihat perlakuan buruk yang dilakukan manusia terhadap hewan.

Anne pernah mencoba makan makanan yang kaya akan susu, namun ia malah merasa tak sehat.

"Saya pernah tinggal bersama keluarga angkat di Perancis, dan makan apa yang mereka makan, yang berbeda dengan diet saya di rumah. Di sana banyak keju, banyak krim, dan banyak makanan olahan," kata dia.

Lebih lanjut Anne memgatakan jika saat itu, sepertinya tubuhnya tidak bisa menerimanya. Dia mulai mendapatkan segala macam masalah kesehatan, mulai dari kelemahan otot, rambut rontok, kelelahan, dan ia juga merasa lebih lamban.

Dari sanalah akhirnya Anne mulai memutuskan untuk menjadi seorang fruitarian atau vegan mentah.

Saat pagi hari, Anne biasanya mengonsumsi satu jenis buah atau sayuran mentah, seperti tiga melon, atau setengah semangka besar untuknya sarapan.

Sementara untuk makan siang, dia akan membuat smoothie, dengan salah satu resep favoritnya yang memadukan 5 buah pisang dengan sekitar 10 kurma, dan air.

Sedangkan untuk makan malam, Anne menyaipkan salad segar yang terbuat dari bayam, dua lembar selada dan tomat romaine, serta jus mangga, jeruk, dan stroberi.

Anne berharap untuk mendorong orang lain mempertimbangkan diet buah, karena dia yakin itu telah meningkatkan kesehatannya sepuluh kali lipat. Dia juga bersemangat tentang manfaat lingkungan dari gaya hidupnya ini.

"Tidak ada kemasan plastik dari yang saya makan ini, hanya ada sedikit limbah. Saya pikir lebih baik bagi planet ini jika orang-orang menjadi fruitarian. Anda juga menghemat banyak uang, karena Anda tidak membeli makanan takeaway, makan di luar, atau bahkan cokelat batangan dan sekaleng cola," tutup dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS