5 Aktivitas Seru Ini Bisa Kurangi Risiko Demensia lho

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Kamis, 03 Oktober 2019 | 13:30 WIB
5 Aktivitas Seru Ini Bisa Kurangi Risiko Demensia lho
Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]

Selain itu, bersosialisasi dengan orang lain bisa menjadi cara untuk mengurangi stres yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak. Bahkan, membuka percakapan basa-basi dengan orang di sebelah Anda saat menunggu bus umum datang pun bisa menyehatkan otak Anda.

4. Menari

Break dance [shutterstock]
Break dance [shutterstock]

Menari adalah salah satu aktivitas fisik yang dapat melatih kelenturan tubuh sekaligus menyehatkan otak. Saat menari, otak mengatur gerakan tubuh untuk mengikuti irama. Selain itu, otak juga bekerja untuk menghafal gerakan dan memproses gerakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Semua aktivitas ini diatur oleh bagian otak yang disebut dengan basal ganglia.

Menurut sebuah studi dalam The New England Journal of Medicine, menari dapat meningkatkan daya ingat dan mencegah Anda dari kepikunan seiring bertambahnya usia. Latihan aerobik seperti menari dapat mengembalikan volume hipokampus yang hilang. Hipokampus adalah bagian otak yang mengontrol penyimpanan ingatan. Hipokampus secara alami akan menyusut saat Anda menginjak usia lanjut, yang sering menyebabkan gangguan ingatan dan kepikunan.

5. Berkebun

Ilustrasi lelaki lansia sedang menikmati aktifitas berkebun. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki lansia sedang menikmati aktifitas berkebun. (Shutterstock)

Selain bikin pekarangan rumah jadi lebih asri, berkebun nyatanya juga bisa membuat hati gembira dan sudah dibuktikan oleh begitu banyak penelitian medis, lho!

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Alzheimer’s Disease melaporkan, berkebun dapat melindungi fungsi kognitif otak, meningkatkan volume otak, dan menurunkan risiko alzheimer hingga 50 persen. Studi lain yang terbit pada tahun 2006 melaporkan berkebun dapat mengurangi risiko demensia sebanyak 36 persen setelah mengamati 2 ribu orang lansia yang hobi berkebun selama 16 tahun.

Selain itu, berkebun juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Untuk kebaikan tentunya, mulai dari sekarang lakukan kegiatan di atas yuk untuk mengurangi risiko demensia di usia dini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingat Ya, Demensia karena Alzheimer Bukan Penyakit Keturunan

Ingat Ya, Demensia karena Alzheimer Bukan Penyakit Keturunan

Health | Senin, 23 September 2019 | 14:54 WIB

Cuma 5 Menit, Tes Kepribadian Ini Deteksi Anda Kena Alzeimer atau Tidak

Cuma 5 Menit, Tes Kepribadian Ini Deteksi Anda Kena Alzeimer atau Tidak

Health | Senin, 09 September 2019 | 07:45 WIB

Studi Sebut Kesehatan Mulut yang Buruk Sebabkan Penurunan Kognitif

Studi Sebut Kesehatan Mulut yang Buruk Sebabkan Penurunan Kognitif

Health | Jum'at, 06 September 2019 | 14:55 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB