Ayah Juga Bisa Depresi Setelah Istri Melahirkan, Kenali Tanda-tandanya!

Kamis, 03 Oktober 2019 | 15:55 WIB
Ayah Juga Bisa Depresi Setelah Istri Melahirkan, Kenali Tanda-tandanya!
Ilustrasi ayah depresi bisa pengaruhi anaknya. [Shutterstock]

Suara.com - Selama ini orang mengira bahwa wanita rentan mengalami stres setelah melahirkan. Padahal pria juga bisa mengalami stres dan depresi pascapersalinan.

Sebuah studi mengungkapkan depresi pascanatal pada seorang ayah justru lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Seorang ayah juga sudah merasakan stres dan kecemasan sejak terjadinya kehamilan.

Bahkan sebuah penelitian baru menemukan satu dari sepuluh ayah mengalami depresi setelah istrinya melahirkan. Tapi mengapa kondisi psikologis ayah setelah istri melahirkan tidak mendapat perhatian?

Berdasarkan laporan Mama Mia dilansir dari Asia One, sebagai besar wanita lebih terbuka dalam membicarakan perasaan, pikiran dan kegelisahan mereka. Berbeda dengan pria yang lebih suka diam dan memendam sehingga tak ada orang menyadari bahwa mereka bisa depresi.

Faktor depresi pada ayah dan ibu pascanatal pun sangat berbeda. Faktor-faktor yang memengaruhi seorang ayah depresi setelah istrinya melahirkan sangat khas.

"Perubahan dinamika keluarga, perasaan dikucilkan karena hadirnya seorang anak, memiliki harapan yang tidak realistis tentang seks pascapersalinan, merasa tidak mendapat perhatian atau membenci bayi, kekhawatiran akan tanggung jawab dan beban keuangan yang lebih besar," kata Siobhan Rennie.

Ilustrasi lelaki alami kejiwaan. [shutterstock]
Ilustrasi lelaki alami kejiwaan. [shutterstock]

Karena itu, Siobhan sering bertanya-tanya suaminya mengalami depresi pascanatal atau tidak. Di sisi lain, ia juga senang meminta suaminya pergi ke psikolog untuk menceritakan perasaannya.

Meskipun jarang sekali laki-laki melakukan hal itu. Karena, sebagian besar pria lebih suka menyelesaikan masalahnya sendiri daripada meminta bantuan.

Jika Anda sulit memahami pasangan sedang mengalami depresi setelah melahirkan atau tidak. Anda bisa memperhatikan beberapa tanda-tanda berikut ini:

Baca Juga: Belajar dari Marshanda, Begini Caranya Mengatasi Depresi

1. Perasaan mudah tersinggung

2. Murung

3. Pikiran cemas tentang merawat bayi

4. Merasa frustasi dengan tangisan bayi

5. Kelemahan

Tanda-tanda depresi tersebut biasanya sering menimbulkan salah arti bahwa mereka sedang pusing pekerjaan. Karena itu, Anda perlu memahami jika tanda-tanda tersebut terjadi lebih dari dua minggu bisa dikatakan depresi pascanatal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI