Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Ini Efek Samping Bila Terus Isap Ganja

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 04 Oktober 2019 | 07:30 WIB
Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Ini Efek Samping Bila Terus Isap Ganja
Rifat Umar ditangkap karena penggunaan ganja. (Dok Istimewa)

Suara.com - Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Ini Efek Samping Bila Terus Isap Ganja

Rifat Umar, artis lenong ditangkap polisi karena memiliki ganja. Diketahui, Rifat Umar memiliki ganja dengan berbagai kemasan.

"Tersangka laki-laki, dua orang sudah kami lakukan tes urine. Keduanya diduga pakai ganja dan positif ganja. Selain itu, juga positif methaphetamine dan amphetamine juga," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (3/10/2019).

Diduga, Rifat sudah menggunakan ganja untuk waktu yang cukup lama. Padahal, penggunaan ganja secara rutin punya efek samping lho bagi kesehatan.

Dilansir laman Hello Sehat, ganja memang dianggap sebagai narkotika dengan efek samping paling kecil. Penggunaan ganja medis sebagai obat pun sudah dilakukan di beberapa negara.

Namun seperti obat-obatan lainnya, penggunaan jangka panjang ganja memiliki efek samping, baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. Apa saja?

Efek kesehatan fisik

1. Masalah pernapasan

Pemakaian ganja yang dibakar menyebabkan masalah pernapasan yang sama dengan merokok. Komponen pada ganja dapat mengakibatkan paru-paru teriritasi sehingga menimbulkan batuk, produksi dahak yang berlebihan, hingga tingginya risiko menderita penyakit paru-paru lain seperti pneumonia dan infeksi paru.

2. Peningkatan detak jantung

Tiga jam setelah mengonsumsi ganja, detak jantung akan meningkat dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakstabilan irama jantung. Ini meningkatkan risiko menderita penyakit jantung di kemudian hari. Mereka yang memakai ganja dan memiliki riwayat penyakit jantung berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung.

Barang bukti ganja milik Rifat Umar. (dok polisi)
Barang bukti ganja milik Rifat Umar. (dok polisi)

3. Perubahan struktur otak

Penggunaan ganja dapat menyebabkan perubahan struktur pada hipokampus, amygdala, nucleus accumbens, dan prefrontal cortex pada otak.

Semakin sering dan banyak jumlah ganja yang dikonsumsi ,maka akan semakin tampak perubahan yang signifikan.

Padahal, bagian otak tersebut penting dalam mempengaruhi cara kita menilai hal positif dan negatif di lingkungan serta bagaimana kita mengambil keputusan atas hal tersebut.

Peneliti mengungkapkan perubahan otak ini juga bisa terjadi karena penggunaan jangka panjang yang biasanya menyebabkan kecanduan.

Seperti dikutip dari Forbes, Jodi Gilman peneliti dari Massachusetts General Center for Addiction Medicine mengatakan bahwa pengguna ganja yang sedang dalam proses menuju kecanduan mengalami perubahan struktur dan pembentukan koneksi-koneksi baru di otak yang berhubungan dengan kecanduan.

Apalagi efek ganja bagi kesehatan fisik? Simak di halaman berikutnya.

4. Terganggunya kesuburan

Efek jangka panjang penggunaan ganja baik pada pria maupun wanita dapat berpengaruh pada kesuburan.

Pada pria dapat mengakibatkan turunnya kadar hormon testosteron sehingga berefek pada berkurangnya jumlah sperma.

Selain itu, risiko menderita disfungsi ereksi hingga kanker testis juga menjadi lebih tinggi. Pada wanita bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

5. Melemahnya sistem imun

Penggunaan ganja dalam jangka panjang bisa menyebabkan melemahnya sistem imun. (Shutterstock)

Kadar THC dalam ganja dapat merusak sel dan jaringan yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap penyakit tertentu.

Hal ini menyebabkan pengguna ganja lebih rentan mengidap penyakit seperti batuk, pilek, hingga penyakit infeksi atau penyakit yang berasal dari virus.

6. Menghambat tumbuh kembang janin dan bayi

Penggunaan ganja saat hamil berpotensi menghambat perkembangan otak pada janin. Efeknya, ketika anak lahir dapat terjadi masalah pada perilaku anak seperti sulit berkonsentrasi, kesulitan mengingat, hingga lemah dalam hal pemecahan masalah.

SELANJUTNYA: EFEK KESEHATAN MENTAL

Efek kesehatan mental

1. Mengurangi kecerdasan kognitif

Mereka yang mengonsumsi ganja dilaporkan mengalami penurunan dalam hal kemampuan belajar, kemampuan untuk fokus, hingga kemampuan mengingat. Hal ini semakin parah jika seseorang mulai menggunakan ganja sejak usia remaja.

Sebuah penelitian menemukan adanya penurunan IQ hingga 8 poin pada mereka yang menggunakan ganja untuk waktu yang lama.

Penurunan nilai IQ yang signifikan lebih banyak ditemukan pada mereka yang menggunakan ganja sejak remaja dan terus berlanjut hingga dewasa.

Ilustrasi lelaki alami kejiwaan. [shutterstock]
Ilustrasi lelaki alami gejala psikotik akibat penggunaan ganja dalam jangka panjang. [shutterstock]

2. Risiko munculnya gejala psikotik

Penggunaan ganja dapat menimbulkan munculnya gejala-gejala psikotik seperti misalnya delusi, halusinasi, dan gangguan berpikir.

Tercetusnya pikiran untuk bunuh diri, depresi, gugup yang berlebihan, hingga skizofrenia dapat terjadi pada mereka yang menggunakan ganja dalam jangka panjang.

Meskipun dampak penggunaan ganja bagi kesehatan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun kadar THC pada ganja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun patut diperhatikan.

Kadar THC pada daun ganja dulu berkisar antara 1% sampai 4%, saat ini kadarnya bisa mencapai 7 persen.

Semakin meningkatnya kadar THC dapat menyebabkan seseorang semakin mudah mengalami ketergantungan terhadap ganja.

Itulah efek samping jangka panjang penggunaan ganja seperti yang dilakukan Rifat Umar.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rifat Umar Positif Ganja dan Sabu

Rifat Umar Positif Ganja dan Sabu

Entertainment | Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:01 WIB

Selain Ganja, Rifat Umar Positif Amphetamine dan Methaphetamine

Selain Ganja, Rifat Umar Positif Amphetamine dan Methaphetamine

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 20:10 WIB

Rifat Umar Ditangkap Bareng Seorang Perempuan di Kamar Kost

Rifat Umar Ditangkap Bareng Seorang Perempuan di Kamar Kost

Entertainment | Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:43 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB