Pelajar Meninggal Setelah Dipaksa Lari 20 Putaran, Ini Bahaya Kelelahan!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 12:15 WIB
Pelajar Meninggal Setelah Dipaksa Lari 20 Putaran, Ini Bahaya Kelelahan!
Ilustrasi orang lari (Pixabay/composita)

Suara.com - Adanya hukuman bagi anak-anak sekolah yang melanggar peraturan memang hal wajar. Tetapi, apakah hukuman yang sampai menyebabkan seseorang meninggal dunia masih bisa disebut wajar?

Baru-baru ini, seorang anak laki-laki usia 14 tahun asal Sulawesi meninggal dunia diduga setelah dihukum lari 20 putaran di bawah terik matahari. Anak tersebut dihukum lari 20 putaran lantaran telat masuk sekolah hingga 25 menit.

Berdasarkan laporan Guanghua Daily yang dikutip World of Buzz, siswa bernama Fanly tersebut sempat mengeluh pusing pada gurunya ketika diminta berlari. Tetapi, guru yang memberinya hukuman melarang Fanly beristirahat dan diminta tetap berlari meski pusing.

Tak lama setelah itu, Fanly seketika terjatuh pingsan ketika berlari. Fanly pun sempat dilarikan ke runit gawat darurat untuk mendapat pertolongan.

Sayangnya, dokter tidak bisa berbuat banyak karena Fanly lebih dulu meninggal dunia. Karena itu, kematian Fanly diduga karena kelelahan berlari di bawah terik matahari.

Sementara, Julin sebagai ibu Fanly juga belum bisa menerima kematian anaknya. Pasalnya, Julin mengetahui bahwa anaknya tidak pernah memiliki riwayat penyakit serius apapun.

(Shutterstock)
(Shutterstock)

Begitu pula ayah Fanly, Jony juga meminta meminta pertanggungjawaban dari guru yang menghukum anaknya berlari 20 putaran di bawah terik matahari. Pasalnya, guru tersebut mengabaikan keluhan Fanly yang sudah merasa pusing sebelum jatuh pingsan.

Meskipun hasil otopsi kematian Fanly belum dirilis, sementara penyebab kematiannya diduga karena kelelahan dan kepanasan. Bahkan, orangtua Fanly pun tengah melaporkan kasus kematian anaknya ke pihak berwajib.

Harapan mereka, polisi bisa menyelidiki kasus kematian anaknya sampai tuntas. Sehingga tidak ada lagi siswa yang mengalami hal sama seperti Fanly.

Tetapi, apakah kelelahan bisa menyebabkan kematian seperti yang dialami oleh Fanly?

Ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi lelah berlari (shutterstock)

Melansir dari Hellosehat, sebenarnya kelelahan sampai menyebabkan kematian bisa saja terjadi. Karena, risiko penyakit jantung akan meningkat ketika seseorang sangat kelelahan.

Apalagi jika mereka memiliki riwayat penyakit tersebut sebelumnya, seperti penyakit jantung, diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Meskipun di sisi lain, menurut dr. Yeung, kematian akibat gagal jantung yang disebabkan oleh stres dan kelelahan terbilang masih sangat jarang terjadi.

Sementara itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa kelelahan tidak secara langsung menyebabkan kematian akibat penyakit jantung. Namun, kondisi stres yang berkepanjangan bisa saja menyebabkan risiko penyakit akibat penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konferensi Internasional Pertama Keluarga Berencana Digelar di Yogyakarta

Konferensi Internasional Pertama Keluarga Berencana Digelar di Yogyakarta

Health | Senin, 30 September 2019 | 19:30 WIB

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

Health | Jum'at, 27 September 2019 | 19:30 WIB

Jika 4 Tanda ini Muncul saat Berkendara, Istirahatlah

Jika 4 Tanda ini Muncul saat Berkendara, Istirahatlah

Otomotif | Kamis, 26 September 2019 | 21:05 WIB

Peneliti Temukan Tubuh Akan Tetap Bergerak walau Sudah Mati, Ini Alasannya!

Peneliti Temukan Tubuh Akan Tetap Bergerak walau Sudah Mati, Ini Alasannya!

Health | Selasa, 24 September 2019 | 21:25 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB