Menyimpan Sel Telur dan Sperma Beku, Apa Keuntungannya?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 08 Oktober 2019 | 21:28 WIB
Menyimpan Sel Telur dan Sperma Beku, Apa Keuntungannya?
Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).

Suara.com - Berbicara bayi tabung, memang tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih memandangnya sebagai hal yang tabu, karena berhubungan dengan area pribadi. Tapi teknologi ini sudah diizinkan di Indonesia, termasuk penyimpanan sel telur dan sperma untuk digunakan nanti.

"Kita baru mulai (penyimpanan sel telur dan sperma). Seperti bayi tabung dulu, egg banking sekarang masih tabu," ujar Prof. drh. Arief Boediono, PhD, seorang ahli embrio, ketika ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019)

Tapi yang jadi masalah, khusus untuk perempuan, saat proses pengambilan sel telur akan merusak selaput dara, alias merusak virginitas. Padahal, usia produktif yang belum menikah atau belum ingin punya anak disarankan menyimpan sel telur karena kualitasnya masih bagus.

"Wanita karier sebelum menikah, kan virginitas masih diutamakan. Sementara untuk pembekuan sel telur, diambilnya harus melalui intra vagina. Itu masih menjadi masalah," jelas Prof. Arief.

Terlepas dari orang muda yang masih sehat dan produktif, siapa saja sebenarnya yang bisa mendapat manfaat besar dari menyimpan sel telur atau sperma beku ini?

1. Pasien kanker
Pengobatan kanker atau kemoterapi bisa jadi akan merusak sel telur maupun sperma. Itu sebabnya, pada penderita sel kanker, disarankan jika memang ada kemungkinan sembuh dan ingin punya anak, segeralah menyimpan sel telur dan spermanya lebih dahulu dengan cara dibekukan.

"Jadi sebenarnya banyak pasien kanker baik lelaki maupun perempuan, setelah kemoterapi ternyata sel telur dan spermanya rusak sampai nol. Kalau rusak, nol, ketika menikah ingin punya anak, sudah tidak ada harapan lagi," ungkap Prof. Arief.

Nah, pada fase ini, membekukan sel telur atau sel sperma sangat disarankan. Sehingga nanti setelah sembuh, menikah, dan ingin memiliki anak, sel telur dan sperma yang sudah dibekukan tersebut bisa digunakan kembali melalui proses bayi tabung.

2. Pasangan LDR
Hubungan jarak jauh atau LDR (long distance relationship) bukan hanya melanda sepasang kekasih, tapi juga suami istri. Nah, hal ini biasanya akan menyulitkan pasangan yang sedang menjalani program kehamilan atau memiliki anak. Karena bisa saja ketika suami pulang, ternyata sang istri tidak sedang berada di masa subur.

"Pada keluarga yang suaminya pelaut, atau tentara, saat melakukan program (hamil), yang punya siklus (kesuburan) kan perempuan. Pas program lagi bagus, tapi suaminya nggak ada. Nah, ini bisa digunakan, caranya sperma dibekukan. Jadi pas lagi bagus, bisa dilakukan fertilisasi atau pembuahan, atau penyatuan sel telur dan sperma melalui bayi tabung," tutup Prof. Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan karena Genetik atau Lingkungan, Ketahui Penyebab Kembar Siam

Bukan karena Genetik atau Lingkungan, Ketahui Penyebab Kembar Siam

Health | Rabu, 25 September 2019 | 06:50 WIB

Pasangan Suka Keluarkan Sperma di Wajah? Hati-Hati jika Terkena Mata!

Pasangan Suka Keluarkan Sperma di Wajah? Hati-Hati jika Terkena Mata!

Health | Kamis, 19 September 2019 | 06:05 WIB

Jarang Diketahui, Ini Tanda-tanda Infertilitas pada Pria!

Jarang Diketahui, Ini Tanda-tanda Infertilitas pada Pria!

Health | Sabtu, 27 Juli 2019 | 17:10 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB