alexametrics

Bukan karena Genetik atau Lingkungan, Ketahui Penyebab Kembar Siam

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Bukan karena Genetik atau Lingkungan, Ketahui Penyebab Kembar Siam
Ilustrasi bayi kembar. (Shutterstock)

Kembar siam merupakan kondisi yang langka terjadi dan mayoritas bayi tidak dapat bertahan dalam waktu 24 jam.

Suara.com - Kembar siam merupakan kondisi ketika sepasang bayi kembar lahir dengan tubuh terhubung.

Beberapa bayi yang lahir dengan kondisi ini memiliki sedikit jaringan, meskipun mereka mungkin memunyai semua organ serta struktur lain yang mereka butuhkan.

Berdasarkan Standfordchildrens.org, ada dua teori tentang perkembangan kembar siam ketika di dalam rahim.

Pertama, sel telur tunggal yang dibuahi tidak sepenuhnya membelah selama proses pembentukan kembar identik.

Baca Juga: Berhasil Dipisahkan, Begini Kondisi Bayi Kembar Siam Aqila-Azila

Teori kedua adalah adanya perpaduan dua telur yang dibuahi yang terjadi lebih awal saat perkembangan.

Ilustrasi sebuah sel telur dan sperma (Shutterstock).
Ilustrasi sebuah sel telur dan sperma (Shutterstock).

Sedangkan menurut Seattlechildrens.org, kembar siam dimulai dari sel telur tunggal yang terbelah dua untuk membentuk kembar identik terpisah. Biasanya ini terjadi sekitar dua minggu setelah sel telur dibuahi.

Nah, penyebab menjadi kembar siam adalah antara telur terlambat membelah dan tidak membelah lagi atau telur telah membelah namun bergabung kembali.

Meski penyebab kembar siam belum dikaitkan dengan faktor lingkungan atau genetik, kasus kelahiran ini jarang terjadi sehingga belum ada penyebab yang pasti.

Mayoritas kembar siam akan meninggal di dalam rahim, dan sekitar setengah yang dilahirkan dan dalam keadaan hidup tidak dapat bertahan lebih dari 24 jam.

Baca Juga: Meski Tak Bisa Dicegah, Bayi Kembar Siam Bisa Dideteksi Dini

Dari laporan Seattle Childrens, sekitar 40% dari kembar siam tidak hidup ketika mereka dilahirkan dan sekitar 35% meninggal dalam sehari setelah mereka lahir karena organ mereka tidak dapat mendukung mereka.

Komentar