Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Sembelit, Apa Saja?

Silfa Humairah Utami
Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Sembelit, Apa Saja?
ilustrasi perempuan susah buang air besar. (shutterstock)

Ini mitos dan fakta soal sembelit.

Suara.com - Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Sembelit, Apa Saja?

Saat Anda sembelit, banyak nasihat dari orang tua untuk tidak makan ini dan itu karena bisa memperparah dan lain-lain. Beberapa diantaranya bisa berupa mitos, meski ada pula fakta.

Sebagian orang mungkin percaya pernyataan yang beredar terkait penyebab susah BAB (sembelit) atau cara mengobatinya. Padahal apa yang mereka percayai belum tentu bisa jadi jawaban atas pertanyaan mengenai sembelit itu sendiri.

Susah BAB atau sembelit bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya juga dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya dehidrasi. Terlalu banyak makan dan kurang minum juga biasanya menyebabkan feses, atau dikenal juga dengan sebutan tinja, menjadi lebih keras.

Susah BAB juga mungkin terjadi kepada orang dengan pola makan yang kurang teratur. Misalnya, jarang sarapan dan baru mulai makan pada siang hari. Padahal, sarapan pagi diperlukan untuk memicu usus berkontraksi demi melancarkan BAB.

Adapun faktor olahraga, kurang makan makanan berserat, dan terlalu banyak konsumsi produk susu juga dapat memicu terjadinya susah BAB.

Bila susah BAB melanda, beberapa orang akan langsung mencari cara melancarkan BAB dengan minum banyak air dan makan serat. Padahal cara itu belum tentu bisa mengobati sembelit. Selain kedua hal tersebut, masih ada info-info seputar sembelit yang perlu Anda ketahui kebenarannya.

Berikut adalah mitos dan fakta seputar susah BAB yang sering beredar di masyarakat dilansir Hello Sehat.

1. Banyak minum air bisa sembuhkan susah BAB

Pernyataan ini mitos. Minum banyak air bukanlah salah satu cara untuk menyembuhkan susah BAB. Minum banyak air hanya dapat mencegahnya. Air berfungsi melunakkan feses, sehingga memudahkan buang air besar atau BAB.

Susah BAB terjadi karena feses menjadi keras, tersumbat, dan menumpuk. Ketika seseorang minum banyak air dengan anggapan bisa menyembuhkan sembelit, air hanya memberikan efek kembung. Air memang akan diserap oleh usus dan dibuang melalui urine atau air seni.

Dalam keadaan susah BAB, saya menganjurkan untuk menambahkan 2-4 gelas air putih dari porsi biasanya untuk menghindari dehidrasi.

2. Makan makanan berserat bisa mengobati susah BAB

Mitos, sama seperti air, makanan berserat berkontribusi untuk melancarkan sistem pencernaan dan BAB, bukan mengobati sembelit. Konsumsi makanan berserat bukanlah cara menyembuhkan, melainkan mencegah susah BAB agar tidak sampai terjadi.

Ketika seseorang susah BAB dan makan banyak serat memang dapat melancarkan sistem pencernaan. Namun, makan terlalu banyak serat justru dapat menimbulkan efek penumpukan feses yang sudah tersumbat. Cara mengobati susah BAB sebenarnya adalah dengan minum obat pencahar.

3. Minum kopi bisa mengatasi sembelit

Pernyataan ini mitos. Kopi mengandung kafein dan tidak memiliki efek melancarkan pencernaan. Susah BAB bisa disembuhkan dengan obat pencahar yang dapat merangsang gerakan saluran cerna sehingga BAB jadi lancar.

Kafein tidak membuat usus menjadi aktif bergerak. Kafein justru membuat lambung yang sudah asam menjadi lebih asam. Ketika larutan asam itu masuk ke pencernaan, usus bisa teriritasi, apalagi saat perut kosong. Dampaknya, daya serap usus menjadi berkurang lagi karena dindingnya teriritasi oleh zat yang terlalu asam.

Kopi hanya berdampak pada kenaikan asam lambung dan iritasi usus. Kopi bukan jawaban untuk meringankan gejala susah BAB.

4. Susah BAB disebabkan oleh faktor usia

Fakta. Susah BAB memang bisa disebabkan oleh faktor usia. Ketika usia semakin tua, saluran cerna sudah tidak selentur saat usia Anda masih muda.

Terlebih, orang dengan usia lanjut cenderung jarang berolahraga. Olahraga menjadi faktor penting untuk menjaga kelenturan usus untuk melakukan gerakan peristaltik.

Oleh karenanya, usus jadi kurang lentur atau elastis di usia lanjut sehingga tak jarang orang lanjut usia mengalami susah BAB.

5. Sembelit disebabkan oleh stres

Ini juga fakta. Kondisi susah BAB bisa disebabkan oleh stres. Stres dapat memengaruhi kerja sistem saraf pusat dengan cara menyebabkan kondisi depressed atau “tertekan”. Hal ini menghambat sistem saraf pusat untuk dapat bekerja secara optimal.

Usus dikontrol secara parasimpatis (tidak disadari oleh pikiran kita) melalui sistem saraf pusat. Dalam kondisi stres, kerja peristaltik usus jadi tidak optimal karena adanya gangguan di sistem saraf pusat. Dengan begitu, gerakan usus untuk meremas-remas makanan dan mendorongnya hingga menjadi feses tidak bekerja dengan baik. Inilah yang memicu kondisi susah BAB.

Cara meringankan gejala susah BAB

Susah BAB atau sembelit dapat menyebabkan nyeri di perut. Bila Anda tidak BAB lebih dari 3 hari dan perut terasa kembung, itu bisa menjadi tanda gejala sembelit. Jika sudah demikian, jangan mencari alternatif lain seperti makan pisang, pepaya, atau minum air yang banyak, yang sebenarnya hanya mitos untuk mengatasi sembelit.

Jangan pula menunda pengobatan untuk masalah susah BAB. Menundanya dapat menyebabkan komplikasi, seperti sumbatan usus, wasir, dan radang usus.

Penting untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter jika sembelit sudah cukup lama, Anda juga boleh mengonsumsi obat pencahar yang dijual bebas dengan kandungan bisacodyl. Konsumsi obat pencahar ditambah dengan makan makanan berserat juga disarankan, sehingga obat dapat bekerja optimal untuk menyembuhkan susah BAB.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS