Belajar dari Istri Denny Cagur, Bisakah Kualitas Sperma Pengaruhi IVF?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Belajar dari Istri Denny Cagur, Bisakah Kualitas Sperma Pengaruhi IVF?
Denny Cagur dan istrinya, Santi Widihastuti di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (7/4/2019). [Ismail/Suara.com]

Ternyata kualitas sperma bisa memengaruhi program bayi tabung (IVF) seperti yang dialami Denny Cagur dan istrinya.

Suara.com - Beberapa hari lalu, istri Denny Cagur, Shanty memberi kabar sedih tentang program bayi tabungnya yang gagal. Memasuki kehamilan 7 minggu, embrio justru berhenti berkembang yang tidak sesuai harapan Denny Cagur dan istrinya.

Akibatnya, Shanty pun harus menjalani proses kuret karena program bayi tabungnya yang gagal. Tetapi, apakah kegagalan program bayi tabung (IVF) ini berkaitan dengan kualitas sperma?

Perlu dipahami, pemupukan in-vitro (IVF) dengan injeksi sperma intra-sitoplasma (ICSi) adalah proses di mana satu sperma disuntikkan ke dalam telur untuk membuahinya.

Melansir dari maleproduction.com, metode kehamilan ini telah menurunkan persyaratan jumlah sperma yang diperlukan untuk hamil. Mengingat, jumlah sperma termasuk dalam masalah kehamilan sejumlah orang.

Sayangnya, tingkat kehamilan dengan program IVF ini hanya 32 persen. Artinya, sebagian besar pasangan harus melalui beberapa siklus perawatan mahal untuk dapat memiliki anak. Hal itu karena ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya IVF, antara lain:

IVF. [Shutterstock]
IVF. [Shutterstock]

1. Usia wanita sudah tua atau lanjut

2. Kualitas telur yang buruk

3. Masalah implantasi embrio

4. Kelainan genetik pada embrio

5. Masalah kualitas embrio

Sejumlah dokter kandungan pun mengatakan salah satu faktor utama gagalnya program IVF karena orang kurang memerhatikan infertilitas pria, termasuk kualitas sperma.

Pasalnya, banyak orang mengira bahwa selama ada sperma yang bergerak saat ejakulasi, maka itu cukup baik untuk program kehamilan IVF.

Bank Sperma tawarkan program donor sperma mirip selebriti. [Shutterstock]
Kualitas sperma. [Shutterstock]

Padahal kualitas sperma termasuk yang sangat penting dalam melakukan program hamil bayi tabung atau IVF. Jika pria mengalami kerusakan sperma hingga 30 persen lebih, ada kemungkinan wanita mengalami keguguran atau program hamil IVF gagal.

Sperma dengan tingkat kerusakan DNA yang tinggi tidak berfungsi sebaik sperma dengan tingkat kerusakan normal dan rendah. Mereka sering dapat menjadi penyebab dari beberapa kasus, seperti:

1. Kegagalan pemupukan

2. Perkembangan embrio yang buruk

3. Gagal hamil

4. Keguguran atau kemungkinan peningkatan itu

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS