Serangan Panik yang Diidap Nunung Bisa Terjadi hingga 30 Menit

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 31 Oktober 2019 | 09:43 WIB
Serangan Panik yang Diidap Nunung Bisa Terjadi hingga 30 Menit
Pelimpahan tahap kedua Nunung Srimulat dan suami telah selesai di Kejari Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). Keduanya pun dikembalikan ke RSKO. [Yulinani/Suara.com]

Suara.com - Komedian Nunung mengaku dirinya sudah tiga tahun ini mengidap depresi dan serangan panik. Belakangan ini, ia juga sudah melakukan terapi dengan psikiater di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

"Sebenarnya sebelum datang (di RSKO) mbak Nunung sedang dirawat kurang lebih tiga tahun oleh psikiater di Jakarta. Didiagnosa mbak Nunung mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi dan cemas yang disebut serangan panik," ungkap Henry Taruli Tambunan, tenaga ahli dari RSKO.

Bahkan, Nunung sempat terkena serangan panik hingga nyaris pingsan usai sidang yang terjadi pada Rabu (23/10/2019) lalu.

"Ini lagi panik ini. Paniknya tuh tiba-tiba datang, pas lagi senang-senang kadang-kadang (kambuh), ini lagi panik ini," kata Nunung saat itu.

Oleh sebabnya, pada hari itu Nunung mencoba melakukan bentuk pencegahan dengan mengonsumsi obat.

"Sudah, sudah minum obat dari RSKO," kata Nunung Srimulat, saat ditanya soal persiapan sidang.

Menurut Nunung, serangan panik yang diidapnya dapat kambuh apabila terus menerus diberi pertanyaan tentang gangguan kejiwaannya.

Nunung hampir pingsan usai menjalani sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019). [Evi Ariska/Suara.com]
Nunung hampir pingsan usai menjalani sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019). [Evi Ariska/Suara.com]

"Karena kemarin bicaranya tentang kepanikan, tentang depresi, pasti muncul (kambuh)," jelas Nunung.

Berdasarkan Helpguide.org, serangan panik dapat muncul secara tiba-tiba dan umumnya akan mencapai 'puncak' dalam waktu 10 menit.

baca juga

Serangan ini jarang bertahan lebih dari satu jam, dengan sebagian besar berakhir dalam 20 hingga 30 menit.

Umumnya serangan panik dipicu oleh situasi yang membuat penderita merasa terancam dan tidak dapat melarikan diri, hal ini akan memicu respons tubuh untuk melawan atau lari.

Sayangnya, serangan panik juga memiliki komplikasi tersendiri meski tidak selalu terjadi. Salah satu komplikasinya adalah agorafobia, yakni ketakutan terhadap tempat umum atau ruang terbuka.

Meski dapat berkembang pada titik mana saja dari gangguan panik, ketakutan ini biasanya berkembang dalam waktu satu tahun setelah pertama kali serangan panik kambuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Sisi Positif, Orang Narsistik Lebih Kuat Hadapi Depresi

Ada Sisi Positif, Orang Narsistik Lebih Kuat Hadapi Depresi

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:47 WIB

Demi Sang Kakak, Kate Middleton Luangkan Waktu untuk Temani Terapi Depresi

Demi Sang Kakak, Kate Middleton Luangkan Waktu untuk Temani Terapi Depresi

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 15:35 WIB

Rupanya, Nunung Alami Depresi Sejak 3 Tahun Lalu

Rupanya, Nunung Alami Depresi Sejak 3 Tahun Lalu

Entertainment | Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:30 WIB

Terkini

Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les

Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan

Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?

Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:53 WIB

5 Langkah Membersihkan Mesin Cuci agar Baju Bebas Apek, Tanpa Perlu Dibongkar

5 Langkah Membersihkan Mesin Cuci agar Baju Bebas Apek, Tanpa Perlu Dibongkar

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:53 WIB

BNI Tingkatkan Kualitas Tata Kelola SDM dengan LSP dan Standar Sertifikasi ISO

BNI Tingkatkan Kualitas Tata Kelola SDM dengan LSP dan Standar Sertifikasi ISO

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:52 WIB

3 Rekomendasi HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Jutaan, Pilihan Menarik untuk Dipinang

3 Rekomendasi HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Jutaan, Pilihan Menarik untuk Dipinang

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Reward Pemda Berprestasi, Mendagri Tekankan Pentingnya Keseimbangan dengan Pembinaan Daerah

Reward Pemda Berprestasi, Mendagri Tekankan Pentingnya Keseimbangan dengan Pembinaan Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:47 WIB

×