Idap Penyakit Kawasaki, Bayi 7 Bulan Demam Tinggi hingga Meninggal Dunia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 03 November 2019 | 14:35 WIB
Idap Penyakit Kawasaki, Bayi 7 Bulan Demam Tinggi hingga Meninggal Dunia
Ilustrasi bayi sakit langka (Shutterstock).

Suara.com - Seorang bayi 7 bulan asal Singapura meninggal dunia setelah mengalami demam berkelanjutan. Ternyata bayi bernama Aiden tersebut menderita penyakit langka yang disebut penyakit Kawasaki.

Menurut ayahnya, Jeremy Chew, anaknya mengalami demam terus-menerus dan tidak menentu. Demam tingginya itupun diikuti gejala ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

"Dia diberi obat demam dan dokter anak di Rumah Sakit Mount Alvernia mengatakan itu hanya demam biasa," kata Jeremy Chew, dikutip dari Asia One.

Jeremy Chew mengaku tidak curiga dengan gejala penyakit yang diderita oleh anaknya. Ia juga tak paham anaknya sedang menderita penyakit Kawasaki.

"Kalau saja Aiden dirawat sebelumnya dan diberikan perawatan tepat mungkin tidak akan meninggal dunia," tutur sang ayah.

Mulanya, Aiden mendapat pengobatan demam biasa dari dokter anak. Tetapi, obat yang diresepkan oleh dokter tersebut tidak membuat kondisinya semakin baik.

Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)

Ketika kondisi Aiden semakin memburuk, dokter A&E dari Mt Alvernia lantas menyarankan Aiden untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter kedua langsung menduga bahwa Aiden menderita Kawasaki Disease (KD), tetapi ayah Aiden tidak mengetahuinya.

"Dokter sempat mencoba mengobatinya, tetapi perawatan IVIG standar tidak dapat menurunkan demam Aiden. Dokter lantas memeberi tahu kami bahwa ia tidak mampu menyelamatkan nyawa Aiden lagi. Ia bukan dokter spesialis di bidangnya sehingga ia menyarankan Aiden dilarikan ke Rumah Sakit KK untuk perawatan intensif," jelas Jeremy.

Setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut, dokter yang paham mengenai penyakit Kawasaki langsung menangani Aiden. Sayangnya, kondisi Aiden yang sudah cukup buruk membuat dokter tidak mampu menyelamatkannya.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

"Aiden baru diketahui menderita aneurisma jantung masif dan harus mendapat suntikan setiap hari untuk mencegah pembekuan darah di aneurisma yang memicu serangan jantung. Sayangnya, Aiden menderita serangan jantung parah," tandasnya.

Saat itu, Aiden pun harus mendapatkan transplantasi organ jantung. Tetapi, keluarga kesulitan mencari donor jantung. Sampai akhirnya Aiden meninggal dunia setelah 6 bulan berjuang melawan penyakitnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Moms Jangan Panik saat Bayi Batuk Terus-menerus, Ini Cara Mengatasinya

Moms Jangan Panik saat Bayi Batuk Terus-menerus, Ini Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 12:30 WIB

Sebelum Bayi Tabung, 3 Langkah yang Bisa Menolong Pasangan Punya Anak

Sebelum Bayi Tabung, 3 Langkah yang Bisa Menolong Pasangan Punya Anak

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 13:00 WIB

Bayi Lahir Tanpa Wajah, Dokter Kandungan Dapat Sanksi Skors

Bayi Lahir Tanpa Wajah, Dokter Kandungan Dapat Sanksi Skors

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 12:14 WIB

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:12 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB