Idap Penyakit Kawasaki, Bayi 7 Bulan Demam Tinggi hingga Meninggal Dunia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Idap Penyakit Kawasaki, Bayi 7 Bulan Demam Tinggi hingga Meninggal Dunia
Ilustrasi bayi sakit langka (Shutterstock).

Bayi 7 bulan meninggal dunia akibat kondisi langka, yaitu penyakit kawasaki.

Suara.com - Seorang bayi 7 bulan asal Singapura meninggal dunia setelah mengalami demam berkelanjutan. Ternyata bayi bernama Aiden tersebut menderita penyakit langka yang disebut penyakit Kawasaki.

Menurut ayahnya, Jeremy Chew, anaknya mengalami demam terus-menerus dan tidak menentu. Demam tingginya itupun diikuti gejala ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

"Dia diberi obat demam dan dokter anak di Rumah Sakit Mount Alvernia mengatakan itu hanya demam biasa," kata Jeremy Chew, dikutip dari Asia One.

Jeremy Chew mengaku tidak curiga dengan gejala penyakit yang diderita oleh anaknya. Ia juga tak paham anaknya sedang menderita penyakit Kawasaki.

"Kalau saja Aiden dirawat sebelumnya dan diberikan perawatan tepat mungkin tidak akan meninggal dunia," tutur sang ayah.

Mulanya, Aiden mendapat pengobatan demam biasa dari dokter anak. Tetapi, obat yang diresepkan oleh dokter tersebut tidak membuat kondisinya semakin baik.

Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)

Ketika kondisi Aiden semakin memburuk, dokter A&E dari Mt Alvernia lantas menyarankan Aiden untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter kedua langsung menduga bahwa Aiden menderita Kawasaki Disease (KD), tetapi ayah Aiden tidak mengetahuinya.

"Dokter sempat mencoba mengobatinya, tetapi perawatan IVIG standar tidak dapat menurunkan demam Aiden. Dokter lantas memeberi tahu kami bahwa ia tidak mampu menyelamatkan nyawa Aiden lagi. Ia bukan dokter spesialis di bidangnya sehingga ia menyarankan Aiden dilarikan ke Rumah Sakit KK untuk perawatan intensif," jelas Jeremy.

Setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut, dokter yang paham mengenai penyakit Kawasaki langsung menangani Aiden. Sayangnya, kondisi Aiden yang sudah cukup buruk membuat dokter tidak mampu menyelamatkannya.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

"Aiden baru diketahui menderita aneurisma jantung masif dan harus mendapat suntikan setiap hari untuk mencegah pembekuan darah di aneurisma yang memicu serangan jantung. Sayangnya, Aiden menderita serangan jantung parah," tandasnya.

Saat itu, Aiden pun harus mendapatkan transplantasi organ jantung. Tetapi, keluarga kesulitan mencari donor jantung. Sampai akhirnya Aiden meninggal dunia setelah 6 bulan berjuang melawan penyakitnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS