Wajib Tahu, 4 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Pola Hidup Sehat Anda Lho!

Silfa Humairah Utami
Wajib Tahu, 4 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Pola Hidup Sehat Anda Lho!
Emilia Achmadi, Ahli Gizi, dalam acara Talkshow Gizi Tantangan Sehat untuk Wartawan. (Suara.com/Silfa Humairah)

Kebiasaan buruk apa saja yang bisa merusak pola hidup sehat Anda?

Suara.com - 4 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Pola Hidup Sehat Anda Lho

Olahraga dan jaga pola makan sudah dilakukan, pola hidup sehat telah dilakukan secara rutin namun Anda tetap merasa daya tahan atau kualitas tubuh tetap tidak maksimal, mungkin kebiasan buruk menjadi penghambatnya. 

Menurut Emilia Achmadi, Ahli Gizi, dalam acara Talkshow Gizi Tantangan Sehat untuk Wartawan, Jumat (1/11/2019) di KALCare, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, ada 4 kebiasaan buruk yang bisa merusak gaya hidup sehat Anda. Kebiasaan tersebut memang dianggap sepele namun menggerogoti tubuh.

Jadi pastikan Anda melakukan pola hidup sehat dengan meninggalkan 4 kebiasaan buruk berikut.

Merokok

Ilustrasi berhenti merokok. (Shutterstock)
Ilustrasi berhenti merokok. (Shutterstock)

Bukan rahasia lagi segudang hal buruk yang diakibatkan dari kebiasaan merokok. Padahal selain penyakit mematikan seperti kanker dan jantung, perokok paling banyak atau sulit terhindari dari penyakit emfisema. 

Emfisema adalah penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru.

Seiring waktu, kerusakan kantong udara semakin parah sehingga membentuk satu kantong besar dari beberapa kantong kecil yang pecah.

Akibatnya, luas area permukaan paru-paru menjadi berkurang yang menyebabkan kadar oksigen yang mencapai aliran darah menurun.

Kondisi ini juga membuat paru-paru membesar secara perlahan akibat udara yang terperangkap di dalam kantong dan sulit dikeluarkan.

Konsumsi Fast Food Terlalu Sering

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi makanan siap saji. (Sumber: Shutterstock)

Makanan cepat saji menjadi makanan favorit banyak orang. Pelayanannya yang cepat, serta rasanya yang lezat menjadi alasan mengapa banyak orang suka mengonsumsi fast food.

Akan tetapi, jika kamu ingin menerapkan gaya hidup sehat, maka janganlah mengonsumsi fast food terlalu sering.

Batasi konsumsi fast food setiap bulannya secara berkala. Sehingga, asupan gizimu akan lebih terkontrol dan bisa menjaga gaya hidup sehat.

"Karena bisa menyebabkan kelebihan berat badan, kolesterol, diabetes, serangan jantung dan masih banyak lagi," kata Emilia Achmadi.

Telat makan 

ilustrasi makan di kereta, makan di transportasi umum, makan di bus [shutterstock]
ilustrasi telat makan. [shutterstock]

Sepele, namun Anda yang suka menunda-nunda makan juga bakal kesulitan melakukan pola hidup sehat.

Jadi, walaupun rutinitas pekerjaan yang padat seringkali membuat Anda telat makan, maka jangan lakukan lagi. Ini dikarenakan dapat merusak kesehatan khususnya lambung sehingga membuat pola makan sehat Anda jadi percuma.

Selain masalah lambung, telat makan juga memicu Anda mudah stres, stroke dan serangan jantung. 

Minum alkohol

Ilustrasi sampanye [shutterstock]
Ilustrasi sampanye [shutterstock]

Sekitar 60-65% kandungan dalam tubuh manusia diisi oleh cairan. Namun jika Anda sudah melakukan anjuran banyak minum air putih untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan tetap tidak sehat jika masih mengonsumsi alkohol. Pasalnya kebiasanya ini juga memicu penyakit kanker dan liver. 

Dalam hal ini Kalbe sebagai perusahaan kesehatan memiliki misi meningkatkan kesehatan untuk hidup lebih baik, menantang wartawan untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang dapat merusak pola hidup sehat dan mengikuti program Tantangan Sehat untuk Wartawan,” ujar Hari Nugroho, Head of External Communications & Stakeholder Relation PT Kalbe Farma Tbk.

Ia menuturkan melalui program ini, ingin menunjukkan sesibuk apapun pekerja atau pegawai  dapat membentuk pola hidup sehat jika ada kemauan.

Dalam hal ini tantangan diberikan pada kalangan wartawan agar konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, berpikiran positif dan pengelolaan stress yang baik supaya tetap dapat menjalani aktivitas dengan baik.

"Pada tahap awal dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh, hal ini diperlukan untuk menentukan treatment apa yang akan dijalankan selama 90 hari ke depan. Selanjutnya peserta akan didampingi ahli gizi untuk memonitor pola makan, mengelola kebutuhan kalori sehari-hari, aktivitas olahraga yang dapat dilakukan dan berkonsultasi melalui whatsapp grup Tantangan Sehat," jelasnya. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS