Waspada Kualitas Udara di Salon Kuku, Berpotensi Memicu Kanker

Yasinta Rahmawati
Waspada Kualitas Udara di Salon Kuku, Berpotensi Memicu Kanker
Ilustrasi kuteks bening. (Pixabay/Niekverlaan)

Menurut penelitian, zat yang terkandung pada cat kuku dapat menguap dan memicu kanker.

Suara.com - Demi memiliki jemari yang cantik, banyak wanita rela menghabiskan banyak waktu di salon kuku. Namun perlu hati-hati, sebab udara di salon kuku bisa memicu kanker.

Seperti dilansir dari Daily O, studi terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti di Universitas Colorado menyimpulkan bahwa udara di salon kuku mengandung komponen karsinogen yang dapat memicu kanker.

Dalam penelitian disebutkan bahwa kandungan kimia pada udara di salon kuku ternyata lebih tinggi dibanding kandungan kimia pada udara di bengkel mobil.

Studi ini mempelajari hubungan antara tingkat senyawa organik yang mudah menguap dalam cat kuku serta pengaruhnya terhadap kesehatan pekerja salon kuku yang terpapar bahan kimia tersebut dan uapnya.

Zat kimia seperti benzena dan formaldehida adalah gas hidrokarbon tidak berwarna dan berbau kuat. Keduanya sangat populer digunakan untuk mengawetkan cat kuku.

Hasilnya melebihi prediksi, sebab efeknya tidak hanya ke pekerja namun juga para pelanggan. Para peneliti menemukan bahwa aroma keras zat tersebut berisiko memicu kanker paru-paru dan kanker kulit.

"Studi ini memberikan beberapa bukti bahwa lingkungan ini (salon kuku) berbahaya bagi pekerja dan bahwa kebijakan yang lebih baik perlu diberlakukan untuk melindungi mereka,” ujar Lupita Montoya selaku peneliti utama dalam studi tersebut.

Montoya awalnya tertarik untuk melakukan penelitian usai berkunjung ke salon kuku beberapa tahun lalu. Ia terkejut dengan kerasnya aroma kimia pada kuas kuku.

Ia kemudian menduga bahwa aroma tersebut dapat mempengaruhi kualitas udara di dalam salon kuku.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS