Ayah Olga Lidya Diduga Meninggal akibat Pneumonia, Bagaimana Bisa?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 06 November 2019 | 10:33 WIB
Ayah Olga Lidya Diduga Meninggal akibat Pneumonia, Bagaimana Bisa?
Olga Lidya (Suara.com)

Suara.com - Kabar duka datang dari aktris Olga Lidya. Pada Selasa (5/11/2019) kemarin, sang ayah, Hertadi, meninggal dunia diduga akibat sakit pneumonia.

"Iya benar, (meninggal)," tutur Lidya saat dihubungi awak media.

Sebelumnya, diketahui ayah Lidya yang masih berusia 42 tahun tersebut sempat dirawat di rumah sakit.

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai pantogen, termasuk virus, bakteri dan jamur.

Ketika seseorang menderita pneumonia, kantung udara kecil di paru-paru (alveoli) meradang dan dapat mengandung cairan atau bahkan nanah.

Menurut Healthline, Pnemunonia dapat berkisar dari infeksi ringan hingga serius atau mengancam jiwa dan terkarang dapat menyebabkan kematian.

Artis sekaligus ketua Bidang Penjurian FFI Olga Lidya. [suara.com/Wahyu Tri Laksono]
Artis sekaligus ketua Bidang Penjurian FFI Olga Lidya. [suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Berdasarkan American Lung Association (ALA), pneumonia bisa menjadi komplikasi dari 'pertarungan buruk' dengan virus influenza. Bahkan, flu adalah penyebab umum pneumonia pada orang dewasa.

Tanaya Bhowmick, MD, asisten profesor kedokteran dalam penyakit menular di Sekolah Kedokteran Robert Wood Johnson di New Jersey, mengatakan pneumonia dapat membunuh meskipun jarang.

"Kami melihat begitu banyak orang yang menderita pneumonia yang bertahan hidup," kata Dr. Bhowmick, melansir Health.

Pneumonia yang diderita harus sangat parah untuk menyebabkan kematian pada seseorang, kata Dr. Bhowmick.

"Jika begitu parah, pada dasarnya (kondisi ini) dapat memotong pasokan oksigen, maka sisa organ vital Anda tidak mendapatkan cukup oksigen," jelasnya lagi.

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Bhowmick mengatakan, dada saat yang sama, tubuh seseorang juga meluncurkan respons peradangan dalam upaya untuk melawan infeksi. Namun, respons ini dapat mengakibatkan perubahan tekanan darah yang mungkin pada gilirannya menurunkan suplai darah ke organ-organ tubuh juga.

Ia menjelaskan bahwa ini kombinasi yang berbahaya. Hal itu karena karena tidak hanya pasokan darah berkurang, tetapi juga darah memiliki lebih sedikit oksigen di dalamnya.

"Itu mengarah pada kelainan fungsi jantung, fungsi ginjal--- organ-organ berhenti bekerja, dan itu mengarah pada kematian," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosialisasikan Akta Kematian, Pemkab Sampang Gandeng Pocong Keliling Kota

Sosialisasikan Akta Kematian, Pemkab Sampang Gandeng Pocong Keliling Kota

Jatim | Minggu, 03 November 2019 | 20:29 WIB

Berbahaya, Paru-paru Tetap Meradang Walau Hanya Gunakan Vape Sebentar

Berbahaya, Paru-paru Tetap Meradang Walau Hanya Gunakan Vape Sebentar

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 16:10 WIB

Tak Bertanggung Jawab, Seorang Ayah Embuskan Asap Rokok ke Wajah Anaknya

Tak Bertanggung Jawab, Seorang Ayah Embuskan Asap Rokok ke Wajah Anaknya

Health | Minggu, 13 Oktober 2019 | 09:44 WIB

Ternyata Lakukan Pekerjaan Rumah Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini!

Ternyata Lakukan Pekerjaan Rumah Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini!

Health | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:50 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB