Akibat Dipaksa Puasa Berhari-hari, Gadis 11 Tahun Meninggal

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 07 November 2019 | 15:50 WIB
Akibat Dipaksa Puasa Berhari-hari, Gadis 11 Tahun Meninggal
Ilustrasi mayat (Foto: shutterstocks)

Suara.com - Seorang gadis kecil berusia 11 tahun ditemukan meninggal karena kelaparan akibat orangtuanya memaksanya untuk berpuasa dan berdoa.

Kedua orangtuanya percaya hal itu akan membuat putri mereka lebih takut pada Tuhan. Orangtuanya memang diketahui memiliki keyakinan agama yang kuat.

Berdasarkan laporan Daily Mail yang dilansir dari World of Buzz, gadis kecil bernama Perolla Pires dari Brasil itu terpaksa menjalani hari-hari tanpa makanan dan minuman.

Dia harus berdoa dalam diam selama berjam-jam pada suatu waktu dan memaksanya untuk berolahraga berat sebagai bentuk hukuman, padahal Perolla sudah menderita malnutrisi.

Ibunya, Aline (26), dan ayah tirinya, Enri (47), didakwa karena telah menyebabkan putrinya meninggal. Sementara adik lelaki Perolla yang masih 8 tahun, telah dirawat di rumah sakit.

"Ayah tiri memiliki keyakinan agama yang kuat dan percaya bahwa anak-anak perlu diselamatkan, perlu lebih takut terhadap Tuhan dan harus menyucikan diri mereka sendiri," kata seorang polisi.

"Dia (sang ayah) mengklaim hal itu hanya bisa dilakukan dengan berpuasa," sambungnya.

Pada 24 Oktober atau lima bulan setelah Perolla berhenti sekolah, Aline dan Enri telah membawa Perolla ke rumah sakit karena kondisinya sangat lemah.

Ilustrasi malnutrisi akibat diet ketat [Shutterstock]
Ilustrasi malnutrisi [Shutterstock]

Perolla tiba di rumah sakit dengan kondisi sudah tak bernyawa dan wajah pucat. Gadis kecil itu pun dinyatakan meninggal saat dalam pemeriksaan.

baca juga

Hasil otopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah Protein Calorie Malnutrition (PCM), sebuah kondisi kelaparan parah dan berkepanjangan.

Awalnya Aline dan Enri mencoba menyangkal tanggung jawab pada kematian putrinya dan bermaksud menyalahkan dokter.

"Enri mengklaim putri tirinya meninggal karena anemia dan tidak menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi. Dia bahwa mengaku akan melakukannya lagi," sambungnya sang polisi.

Ketika polisi menggeledah apartemen keluarganya, mereka menemukan buku harian Perolla yang berisi penderitaannya.

Ilustrasi kematian (Shutterstock).
Ilustrasi kematian (Shutterstock).

Polisi menemukan, pada Juni 2019, Perolla sempat dikunci di kamar yang minim perabotan. Ini adalah bentuk hukuman karena Perolla dianggap telah berbohong dan tidak sopan.

"Kami percaya Perolla menderita siksaan jangka panjang dan meninggal setelah dua hari kelaparan dan dipaksa untuk berolahraga serta berdoa. Tetapi ada indikasi bahwa dia kekurangan gizi selama berbulan-bulan," tambah polisi lagi.

Sekarang, Aline dan Enri ditahan dengan tuduhan pelecehan fisik, penyiksaan, pemenjaraan yang melanggar hukum dan pengabaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Tahapan Penyakit Pneumonia, Penyebab Ayah Olga Lyda Meninggal

Kenali Tahapan Penyakit Pneumonia, Penyebab Ayah Olga Lyda Meninggal

Health | Rabu, 06 November 2019 | 17:21 WIB

Dipaksa Diet Vegan, Bayi 19 Bulan Alami Malnutrisi Parah

Dipaksa Diet Vegan, Bayi 19 Bulan Alami Malnutrisi Parah

Health | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:05 WIB

Bahaya Malnutrisi, Bisa Rusak Kualitas SDM dan Ekonomi Indonesia

Bahaya Malnutrisi, Bisa Rusak Kualitas SDM dan Ekonomi Indonesia

Health | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 11:17 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×