Kenali Tahapan Penyakit Pneumonia, Penyebab Ayah Olga Lyda Meninggal

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 06 November 2019 | 17:21 WIB
Kenali Tahapan Penyakit Pneumonia, Penyebab Ayah Olga Lyda Meninggal
Olga Lydia [Revi C Rantung/Suara.com]

Suara.com - Hertadi, ayahanda artis Olga Lydia baru saja meninggal dunia karena menderita infeksi paru-paru atau pneumonia pada Selasa (05/11/2019). Ayah Olga Lydia meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Olga Lydia pun membenarkan bahwa ayahnya telah meninggal dunia karena sakit. Ia juga bercerita bahwa ayahnya sempat diizinkan pulang oleh dokter beberapa hari sebelum meninggal.

"Iya mbak benar (meninggal dunia). Saya lagi ngurusin ini mbak. Nanti lagi ya teleponnya. Makasih mbak," katanya saat dihubungi kemarin.

Selain ayah Olga Lydia, sudah ada beberapa artis yang jatuh sakit dan meninggal dunia karena pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, di mana alveoli terisi oleh sel-sel radang dan paru-paru menjadi padat.

Pneumonia adalah bentuk parah infeksi saluran pernapasan bawah yang memengaruhi paru-paru. Melansir dari Physio-pedia, pneumonia memiliki 4 tahapan, yakni konsolidasi, hepatization merah, hepatization abu-abu dan resolusi.

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

1. Konsolidasi

Tahap awal ini terjadi dalam 24 jam pertama ketika kapiler dinding alveolar sekitarnya menjadi padat. Infeksi juga telah menyebar ke hilus dan pleura cukup cepat. Biasanya tahap konsolidasi ini ditandai dengan batuk dan napas berat.

2. Hepatization merah

Tahap kedua ini terjadi dalam 2-3 hari setelah konsolidasi. Pada tahap ini, kapiler alveolar sudah dipenuhi darah dan eksudat fibrinosa mengisi alveoli. Biasanya pneumonia pada tahap ini ditandai dengan banyak eritrosit, neutrofil dan fibrin di dalam alveoli.

baca juga

3. Hepatization abu-abu

Hepatization abu-abu terjadi 2-3 hari setelah hepatization merah ketika paru-paru sudah terlihat gelap abu-abu atau coklat akibat tekanan eksudat. Tekana eksudat di alveoli itu pula menyebabkan leukosit bermigrasi ke alveoli yang padat.

4. Resolusi

Tahap resolusi pada pneumonia ditandai dengan pemulihan arsitektur paru-paru ketika sebagai besar makrofag masuk ke ruang alveolar. Kondisi ini biasanya terjadi ketika leukosit mengandung banyak bakteri. Tahap keempat inilah yang biasanya menyebabkan dahak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbedaan Infeksi Dada dan Paru-Paru, Beserta Cara Mencegahnya

Perbedaan Infeksi Dada dan Paru-Paru, Beserta Cara Mencegahnya

Health | Rabu, 06 November 2019 | 16:24 WIB

Ayah Olga Lydia Sempat Kekurangan Kalsium, Apa Efeknya pada Tubuh?

Ayah Olga Lydia Sempat Kekurangan Kalsium, Apa Efeknya pada Tubuh?

Health | Rabu, 06 November 2019 | 15:27 WIB

Ayah Olga Lydia Meninggal karena Infeksi Paru-Paru, Seperti Ini Gejalanya

Ayah Olga Lydia Meninggal karena Infeksi Paru-Paru, Seperti Ini Gejalanya

Health | Rabu, 06 November 2019 | 13:42 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 09:59 WIB

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

×