Hari Anak Internasional, Menteri Bintang Ajak Anak Belajar di Luar Kelas

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
Hari Anak Internasional, Menteri Bintang Ajak Anak Belajar di Luar Kelas
Menteri Bintang Ajak Anak Belajar di Luar Kelas. (Dok. KemenPPPA)

Jelang peringatan Hari Anak Internasional yang jatuh pada 20 November, diadakan gerakan Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK).

Suara.com - Jelang peringatan Hari Anak Internasional pada 20 November, di tingkat global setiap tahunnya dilakukan suatu gerakan yang diberi nama Outdoor Classroom Day (OCD) atau Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK). Indonesia telah berpartisipasi dalam SBLK sejak 2017.

Pelaksanaan SBLK di Indonesia diintegrasikan ke dalam program Sekolah Ramah Anak (SRA). Hal ini selaras dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar sekolah melakukan lebih banyak proses pembelajaran di luar kelas daripada belajar di dalam kelas.

“Melalui kegiatan SBLK, saya berharap anak Indonesia yang berada di semua satuan pendidikan dapat merasakan proses belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini tetap sebuah proses belajar, namun dilakukan di luar kelas dengan banyak sekali kegiatan yang lebih baik dalam membentuk karakter dan perilaku serta pembiasaan yang positif, bahkan termasuk mendukung kebudayaan dalam bentuk permainan tradisional,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, dalam acara Sehari Belajar di Luar Kelas di SMP Kristen Harapan, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/11).

Menteri Bintang menambahkan, dalam kegiatan ini, anak melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan, salah satunya belajar sportifitas dalam permainan tradisional.

“Saya berharap agar permainan tradisional ini dapat terus dilakukan oleh anak-anak sehingga mereka dapat terhindar dari ketergantungan pada gawai dan anak akan jauh lebih sehat,” tambah Menteri Bintang.

“Pelaksanaan SBLK tahun ini akan lebih semarak dari tahun sebelumnya, di mana ada 10 nilai yang ditanamkan pada setiap murid selama 3 jam tersebut, yaitu pendidikan karakter, kesehatan, iman dan taqwa, gemar membaca, adaptasi perubahan iklim, peduli dan cinta lingkungan, melestarikan budaya, cinta tanah air, sadar bencana, serta mau dan berkomitmen mendukung SRA,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Suara.com.

Semoga dengan kegiatan SBLK tahun ini akan semakin mendorong sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar yang lebih menyenangkan dan porsi belajar di luar kelas dapat lebih diperbanyak lagi sesuai dengan imbauan Presiden. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak-hak anak terutama melindungi anak selama berada di sekolah. Keberhasilan SRA mendukung terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS