Viral Bocah 2 Tahun Masuk IGD karena Kebanyakan Minum Susu, Sakit Apa?

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Jum'at, 15 November 2019 | 14:43 WIB
Viral Bocah 2 Tahun Masuk IGD karena Kebanyakan Minum Susu, Sakit Apa?
Ilustrasi balita minum susu. (Shutterstock)

Suara.com - Viral Bocah 2 Tahun Masuk IGD karena Kebanyakan Minum Susu, Sakit Apa?

Postingan seorang ibu asal Ontario, Kanada, mendadak viral di media sosial Facebook. Perempuan bernama Anastacia Gencarelli ini menceritakan jika hampir saja kehilangan putri kecilnya yang masih berusia 2 tahun akibat milk anemia atau anemia susu, yang terjadi karena kebanyakan mengonsumsi susu.

Dilansir dari The Sun, dia mengungkapkan putrinya biasa minum antara empat sampai enam botol susu dalam periode 24 jam.

Tetapi dia memperhatikan bahwa putrinya yang bernama Mia terlihat lesu, mengantuk, dan tidak mau makan. Jadi dia membawanya ke dokter dan Mia didiagnosis mengalami infeksi telinga dan dada.

Anastacia mengatakan jika putrinya diresepkan antibiotik saat itu. Tapi nampaknya obat ini tak membuat Mia lebih baik.

Setelah seminggu dan melakukan kunjungan lagi ke dokter, Anastacia mengatakan insting ibunya mulai berbicara. Dia pun memberi tahu suaminya, Mario, bahwa mereka akan pergi ke rumah sakit.

"Jadi aku memeluknya di sofa dan naluri ibuku seakan bekerja. Aku mengatakan pada suamiku untuk menyiapkan mobilnya dan pergi ke rumah sakit," tulis dia di Facebook.

"Kami berada di ruang tunggu itu kurang dari 5 menit, sebelum seorang perawat yang luar biasa memperhatikan suami saja berjalan, sangat tidak sabar dengan bayi kami yang lemas," katanya.

"Dia keluar dengan mengatakan, 'aku tidak peduli sudah berapa lama kalian semua menunggu, bayi ini akan ikut bersamaku'. Kami tidak melakukan triase, kami tidak mendaftar, perawat mengusir orang-orang keluar dari kamar untuk putri saya dan ketika kami terburu-buru ada 6 perawat dan 2 dokter mengikuti," kisahnya.

"Sebelum aku menyadarinya, mereka semua sedang memangani gadis kecilku melampirkan monitor jantung, tekanan darah, semua yang dapat Anda pikirkan. Mereka mulai mencoba mengambil darah dan mereka tidak bisa, mereka mencoba memasukkan infus, namun tidak bisa," katanya.

Anastacia, seorang fotografer, mengatakan pada titik ini dia dan Mario menangis, dan para dokter mengungkapkan bahwa Mia telah kehilangan tiga perempat dari darahnya, meskipun tidak ada pendarahan dari luar.

"Pada titik ini kita berada di ujung tanduk. Lebih banyak tes dan inilah sebabnya, anemia susu. Anda mungkin pernah mendengar tentang tidak memberi bayi terlalu banyak air, juga jangan beri mereka terlalu banyak susu," lanjut Anastacia.

"Susu sapi yang berlebih justru akan melucuti tubuh Anda dari zat besi. Kekurangan zat besi inilah yang membuat darah berkurang," kata dia lagi.

Mia membutuhkan transfusi darah penuh dan sinar-X, tetapi Anastacia mengatakan dia masih belum keluar dari masa kritis. Untuk masa mendatang, ia boleh diberikan lebih dari dua botol susu atau 8 ons porsi susu sehari.

Dia bilang dia merasa bersalah, sakit, menyesal dan menyalahkan diri sendiri. Jadi dia bertekad membagikan kisahnya dalam upaya untuk memperingatkan orang tua lain yang mungkin belum pernah mendengar kondisi ini.

Postingan ibu asal Kanada viral karena menyebut anaknya anemia susu hingga dirawat di rumah sakit. (Dok. Facebook)
Postingan ibu asal Kanada viral karena menyebut anaknya anemia susu hingga dirawat di rumah sakit. (Dok. Facebook)

Terkait hal ini Dr. Robert Baker, rekan penulis dari American Academy of Pediatrics mengatakan jika anemia dapat diobati atau dicegah dengan suplemen, tetapi metode pencegahan yang paling mudah adalah melalui makanan kaya zat besi.

"Idealnya, kita mencegah kekurangan zat besi dan anemia dari makanan yang secara alami kaya akan zat besi," kata Dr. Robert Baker.

"Memberi makan bayi dan balita makan-makanan seperti daging, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran yang kaya zat besi, sereal yang diperkaya zat besi dan buah-buahan yang kaya vitamin C, membantu penyerapan zat besi, dan dapat membantu mencegah kekurangan zat besi," katanya.

Dalam kasus ini, Anastacia mengatakan dia dan putrinya bukanlah seorang pemilih makanan, tapi juga bukan penggemar berat daging. Dokter menyarankan agar balita mengonsumsi 2,5 porsi susu per hari, dan sebuah studi dalam jurnal Pediatrics menemukan 2 cangkir sehari adalah jumlah susu terbaik untuk balita.

"Kami melihat bahwa dua cangkir susu sapi per hari sudah cukup untuk mempertahankan kadar vitamin D untuk sebagian besar anak-anak, sementara juga menjaga persediaan zat besi. Dengan tambahan susu sapi, ada pengurangan lebih lanjut dalam penyimpanan zat besi tanpa manfaat lebih besar dari vitamin D," lanjut Dr Jonathan Maguire, seorang dokter anak di Rumah Sakit St. Michael dilansir dari Mother.ly.

Hal lain yang harus diperhatikan, seperti dilansir CDC, minum dari botol daripada cangkir dikaitkan dengan penurunan yang lebih dramatis zat besi pada balita.

Ada kemungkinan bahwa menyajikan susu dalam botol memberikan kontribusi terhadap konsumsi susu yang tidak dilaporkan oleh orang tua. Orang tua bahkan mungkin tidak menyadari bahwa susu membuat anak mereka kenyang, yang membuat makanan kaya zat besi sulit diserap.

ilustrasi bayi minum susu. (Shutterstock)
ilustrasi bayi minum susu. (Shutterstock)

Jadi apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anemia susu? Jika Anda khawatir anak Anda mungkin mengalami anemia, segera hubungi dokter Anda dan pertimbangkan untuk menawarkan lebih banyak makanan kaya zat besi di rumah.

Kacie Barnes, Ahli Nutrisi Ahli Diet Terdaftar (RDN), memberi tahu Mother.ly bahwa walaupun kasus ekstrem seperti yang dijelaskan oleh Gencarelli tidak umum, defisiensi zatbesi ringan adalah hal umum. Itulah sebabnya ia merekomendasikan untuk balital lebih banyak daging, karena mengandung jenis zat besi yang paling baik diserap.

"Bahkan bayi bisa makan daging yang dimasak dengan lembut, daging empuk, direbus," kata Barnes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gemas, Aksi Bocah 3 Tahun ke Bar Demi Minta Segelas Susu

Gemas, Aksi Bocah 3 Tahun ke Bar Demi Minta Segelas Susu

Lifestyle | Minggu, 01 September 2019 | 19:10 WIB

Biasa Minum Susu Sebelum Tidur? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya!

Biasa Minum Susu Sebelum Tidur? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya!

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 09:19 WIB

Minum Susu saat Sahur Bisa Membuat Kenyang Lebih Lama

Minum Susu saat Sahur Bisa Membuat Kenyang Lebih Lama

Health | Minggu, 18 April 2021 | 19:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB