Makanan dan Suasana Hati Pengaruhi Keseimbangan Tubuh, Ini Kata Psikolog

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 20 November 2019 | 17:36 WIB
Makanan dan Suasana Hati Pengaruhi Keseimbangan Tubuh, Ini Kata Psikolog
Ilustrasi makanan pengaruhi suasana hati. [shutterstock]

Suara.com - Makanan dan Suasana Hati Pengaruhi Keseimbangan Tubuh, Ini Kata Psikolog

Keseimbangan tubuh berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang. Menurut psikolog, keseimbangan tubuh dipengaruhi oleh mood dan makanan yang dimakan.

Psikolog Tara De Thouars mengatakan jika mengkonsumsi makanan sehat, maka mood akan terasa lebih baik, begitu juga sebaliknya.

"Makanan bisa memiliki pengaruh dalam dua hal, secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung itu lewat makanan kita. Jadi kalau diberikan sesuatu yang baik, pola yang baik, maka mood kita akan baik. Tetapi kalau secara tidak langsung, itu tergantung persepsi kita," ucapnya kepada wartawan dalam temu media Olivoila di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Di dalam tubuh, terdapat hormon dan enzim yang sangat berperan penting dalam tubuh. Hormon merupakan hasil kerja produksi tubuh, produksi hormon ini difasilitasi oleh lemak rendah FFA, salah satu hormon yang dihasilkan yaitu hormon endorfin yang dapat memacu perasaan positif.

Perasaan, atau yang disebut istilah mood tidak hanya masalah hati, namun juga mengenai otak. Tara De Thouars mengatakan otak secara fisiologis terbagi menjadi bagian atas, tengah, depan, samping dan belakang.

Ilustrasi makan. (Pixabay)
Ilustrasi makan. (Pixabay)

Makanan yang baik akan memberikan suasana kondusif di dalam saluran cerna dan akan memberikan sinyal ke sistem simpatetik di otak besar.

Hal ini diamini oleh Ayunova, pebisnis makanan sehat sekaligus pakar gizi. Ayunova mengatakan kesehatan tubuh sangat berkolerasi terhadap mood seseorang.

Dalam mencapai keseimbangan tubuh yang baik, terdapat konsep 30:70 yaitu 30 persen dari ekternal dan 70 internal. Asupan yang baik, dapat juga menjalankan diet yang seimbang. Yaitu memastikan kebutuhan gizi makro, seperti karbohidrat, protein dan lemak, fuga gizi mikro, seperti vitamin, dan zat besi. [Aflaha Rizal]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Tetap Bugar, Ini Rekomendasi Makanan Sehat untuk Orang Tua

Agar Tetap Bugar, Ini Rekomendasi Makanan Sehat untuk Orang Tua

Health | Rabu, 20 November 2019 | 16:24 WIB

Pamer Foto Makan Besar, Anya Geraldine: Kalau Porsiku Segini, Masih Sayang?

Pamer Foto Makan Besar, Anya Geraldine: Kalau Porsiku Segini, Masih Sayang?

Entertainment | Rabu, 20 November 2019 | 15:05 WIB

5 Jenis Makanan Pemicu Kanker, Hindari Mulai Sekarang!

5 Jenis Makanan Pemicu Kanker, Hindari Mulai Sekarang!

Health | Selasa, 19 November 2019 | 15:59 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB