5 Jenis Makanan Pemicu Kanker, Hindari Mulai Sekarang!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 19 November 2019 | 15:59 WIB
5 Jenis Makanan Pemicu Kanker, Hindari Mulai Sekarang!
Ilustrasi makanan penyebab kanker (shutterstock)

Suara.com - Ada banyak hal yang bisa memicu kanker, seperti riwayat penyakit keluarga, gaya hidup hingga pola makan. Dalam hal ini, asupan makan sehari-hari seringkali tak disadari sebagai makanan pemicu kanker.

Karena, beberapa makanan dan minuman dianggap bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Melansir dari The Healthy, berikut ini 5 jenis makanan yang dianggap bisa menyebabkan dan memicu pertumbuhan sel kanker.

1. Salmon liar

Menurut Steven G. Eisenberg , DO, seorang ahli kanker di California Cancer Associates for Research and Excellence di San Diego, salmon kaya lemak sehat yang dikenal sebagai asam lemak omega-3, membantu mengendalikan peradangan dan berat badan yang bisa menyebabkan kanker.

Tetapi, salmon liar yang dibudidayakan ini memiliki tingkat kontaminan penyebab kanker lebih tinggi. Salmon liar biasanya warnanya lebih merah, tidak berlendir, dan dagingnya juga lebih mengkilat.

Ilustrasi daging bakar. (Shutterstock)
Ilustrasi daging bakar. (Shutterstock)

2. Daging bakar

Daging yang dibakar dalam suhu tinggi selama proses pemanggangan menghasilkan amina aromatik heterosiklik sebagai penyebab kanker. Daging yang dibakar sampai gosong juga menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik bersifat karsinogenik.

Menurut Eisenberg, besi dan arang yang digunakan untuk memanggang daging juga menyebarkan zat penyebab kanker. Karena itu, orang harus menghindari atau kosumsi daging atau makanan apapun yang dibakar sampai gosong.

3. Makanan kaleng

Konsumsi makanan kaleng juga bisa menyebabkan kanker karena lapisan bisphenol (BPA) di kalengnya. Menurut Kepala penelitian gastrointestinal di Institut Kanker John Wayne di Santa Monica, Anton Bilchik, mengatakan makanan kaleng mengandung pengawet yang bersifat karsinogenik pada hewan.

Selain itu, zat bisphenol pada makanan kaleng juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.

4. Asinan

Asinan salah satu makanan yang mengandung pengawet dan nitrat bersifat karsinogenik. Sehingga konsumsi asinan dalam jumlah banya bisa meningkatkan risiko kanker perut, kerongkongan, kanker tiroid dan ovarium pada wanita.

5. Makanan tinggi garam

Menurut Victoria Manax, MD, kepala petugas medis di Jaringan Aksi Kanker Pankreas dan ahli onkologi terlatih mengatakan makanan tinggi garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan berkaitan dengan risiko kanker tertentu, termasuk kanker lambung, hidung, tenggorokan dan pankreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatihan Ruang Angkasa Astronot Bisa Bantu Pasien Kanker

Pelatihan Ruang Angkasa Astronot Bisa Bantu Pasien Kanker

Tekno | Selasa, 19 November 2019 | 13:35 WIB

Alami Ruam di Telapak Tangan, Ternyata Wanita Ini Derita Kanker Langka

Alami Ruam di Telapak Tangan, Ternyata Wanita Ini Derita Kanker Langka

Health | Selasa, 19 November 2019 | 14:19 WIB

Cukup Tempelkan di Tahi Lalat, Plester Ini Mampu Deteksi Kanker Kulit

Cukup Tempelkan di Tahi Lalat, Plester Ini Mampu Deteksi Kanker Kulit

Health | Selasa, 19 November 2019 | 14:00 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB