Kasus Guru Threesome, Psikolog Sarankan Sistem Pengamanan Anak

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kasus Guru Threesome, Psikolog Sarankan Sistem Pengamanan Anak
Dua tersangka honorer di Bali ditangkap Polres Buleleng karena melakukan aktivitas seks threesome. [Berita Bali]

Kasus threesome kembali terjadi Indonesia yang kali ini melibatkan oknum guru honorer dan anak didiknya di Bali.

Suara.com - Kasus hubungan seksual threesome guru honorer SND dan bersama kekasihnya AAPW di Buleleng, Bali tengah menjadi perhatian. Pasalnya, kedua pelaku melibatkan anak didik SND yang masih di bawah umur.

Kedua pelaku melakukan hubungan seks threesome berawal dari fantasi kekasih SND setelah menonton video porno di internet. Saat itu AAPW meminta SND mengajak salah satu siswinya untuk melakukan threesome.

SND pun mengajak muridnya berinisial V, untuk menemani ke indekos. Ia dibujuk melakukan hubungan seksual threesome dengan iming-iming akan dibelikan baju.

Kejadian ini tentu bisa berdampak fisik maupun psikis bagi korban, yakni V. Sebab, kasus ini termasuk jenis pemerkosaan.

Selain itu, kasus ini juga dapar menimbulkan kekhawatiran publik, terutama para orangtua. Karena predator seksual sekarang ini ternyata sudah merambah ke berbagai profesi dan komunitas yang membahayakan anak.

Threesome. (Shutterstock)
Threesome. (Shutterstock)

Psikolog klinis Kasandra Putranto pun berpendapat seharusnya kasus threesome guru honorer dan anak didiknya di Bali ini menjadi pembelajaran.

Menurut Kasandra, sekarang ini sistem pengamanan dan keamanan yang ketat untuk melindungi anak Indonesia sudah sangat diperlukan.

Hal ini guna mencegah para predator seksual masuk ke dalam lingkungan yang semestinya aman bagi anak-anak, termasuk sekolahan.

"Sudah saatnya diperlukan suatu sistem pengamanan dan keamanan serta perlindungan terhadap anak Indonesia terutama di dalamnya membuat kebijakan persyaratan cek latar belakang dan riwayat serta batasan untuk bekerja berada di dalam lingkungan anak," jelas Kasandra Putranto ketika dihubungi Suara.com, Jumat (8/11/2019).

Salah satu yang bisa dilakukan dengan memeriksa lebih dalam latar belakang calon pekerja. Ia menyebut perlunya pemeriksaan berkala sebelum mempekerjakan maupun memperpanjang masa kerja.

"Perlu dilakukan dalam batasan waktu tertentu dan diperpanjang hanya dengan pemeriksaan mendalam terhadap kinerja semua individu yang bekerja dalam lingkungan anak," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS