Masalah BPJS Kesehatan Dibahas dalam Forum Internasional

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 21 November 2019 | 13:48 WIB
Masalah BPJS Kesehatan Dibahas dalam Forum Internasional
Asia Pacific Future Trends Forum (FTF) ke-12. (SUara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Setelah hadir selama 5 tahun di Indonesia, harus diakui bahwa akses masyarakat Indonesia ke Badan Penyelenggaran Jaminan Sosisl (BPJS) Kesehatan semakin meningkat.

Hal ini diungkap lembaga riset The SMERU Research Institute yang menyebut bahwa kepersertaan BPJS meningkat hingga 200 juta penduduk di tahun 2019. Sedangkan dulu pada 2014, jumlah peserta hanya sebesar 5 persen dari total penduduk, dan itupun sebagian besar merupakan aparatur sipil negara atau ASN.

"Kita mulai 2015 sampai 2019 kepesertaannya meningkat jauh, (sekarang) lebih dari 200 juta penduduk. Kalau sekarang 83 persen dari seluruh penduduk. Dulu hanya cover pegawai negeri, penduduk miskin pakai Jamkesmas, itu saya rasa di bawah 5 persen yang dapat iuran Jamkesmas dan Jamkesda. Dan dari 5 tahun meningkat sangat jauh," jelas Widjajanti Isdijoso, M.Ec.St, Direktur The SMURE di Kemenkes RI, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Meski begitu, angka kepesertaan 83 persen masih perlu banyak pembenahan, khususnya dalam hal kepatuhan anggota membayar iuran yang sudah ditetapkan. Meski tersedia subsidi selama 1 tahun dan bantuan swadaya secara online, masih juga tidak menutupi defisitnya anggaran.

"Tentang kepesertaan sekitar 83 persen, peserta kelas atas masih sangat rendah. Kami telah melihat susbsidi bantuan selama 1 tahun dan bantuan secara online, tapi hal tersebut masih belum cukup membantu. Kepatuhan membayar mungkin masih menjadi tugas kami," tuturnya.

Isu seputar kepesertaan BPJS Kesehatan ini pun dibahas dalam ajang Asia Pacific Future Trends Forum (FTF) ke-12, forum tahunan yang berisi para pemangku kepentingan dari negara-negara Asia Pasifik. Dalam forum ini, didiskusikan pula perkembangan dan tantangan seputar sistem kesehatan yang dihadapi negara.

"Forum ini merupakan diskusi pertukaran pikiran tentang isu-isu universal dengan memanfaatkan basis data. Pelayanan kesehatan bukan hanya JKN dan BPJS saja," terang Widjajanti.

Acara Asia Pacific FTF Ke-12 ini diselenggarakan selama 2 hari di Jakarta, dan Kementerian Kesehatan didapuk sebagai tuan rumah, dengan fokus pembahasan seputar Health Financing dan Pemanfaatan Big Data dan Digital. Hari pertama pertemuan diisi dengan diskusi para ahli, sementara hari kedua adalah forum kebijakan tingkat tinggi.

Mengusung tema Roadmap to National Health Insurance: Acceleration Through Public Private Partnership. Selain Indonesia, pembicara hadir juga dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan Thailand.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPJS Terlalu Bergantung APBN, Defisit Keuangan Negara Makin Parah

BPJS Terlalu Bergantung APBN, Defisit Keuangan Negara Makin Parah

Jogja | Selasa, 19 November 2019 | 21:00 WIB

Meski BPJS Masih Defisit, Kalbe Tetap Suplai Obat untuk JKN

Meski BPJS Masih Defisit, Kalbe Tetap Suplai Obat untuk JKN

Health | Senin, 11 November 2019 | 19:20 WIB

Menkeu Belum Hitung Dana Tambahan BPJS Kesehatan untuk PBI dan PNS

Menkeu Belum Hitung Dana Tambahan BPJS Kesehatan untuk PBI dan PNS

News | Senin, 11 November 2019 | 18:58 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×