Studi Baru, Kurang Tidur Bisa Picu Osteoporosis pada Wanita

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Studi Baru, Kurang Tidur Bisa Picu Osteoporosis pada Wanita
Ilustrasi kurang tidur. (Sumber: Shutterstock)

Tidak hanya osteoporosis, kepadatan mineral tulang juga menjadi rendah.

Suara.com - Berdasarkan sebuah penelitian tim dari Universitas di Buffalo, New York, yang dilakukan terhadap 11.084 wanita pasca menopause, menunjukkan, kurang tidur ternyata dapat membahayakan kesehatan tulang.

"Studi kami menunjukkan bahwa tidur dapat berdampak negatif bagi kesehatan tulang, menambah daftar dampak negatif dari kualitas tidur yang buruk," kata pemimpin studi Heather M. Ochs-Balcom, Ph.D.

Melansir Medical News Today, tulang adalah jaringan hidup yang mengalami pembentukan dan resorpsi berkelanjutan. Prosesnya yang dikenal sebagai remodeling tulang, mengangkat jaringan tulang lama dan menggantikannya dengan jaringan yang baru.

"Jika Anda kurang tidur, remodeling tulang tidak terjadi secara benar," sambungnya.

Ilustrasi tidur. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur. (Shutterstock)

Hal ini dapat menyebabkan perempuan lebih mudah terkena osteoporosis. Sebab, kurang tidur berdampak pada rendahnya kepadatan mineral tulang (BMD).

Dalam studi ini peneliti menemukan, dibandingkan dengan wanita yang tidur lebih banyak, mereka yang hanya tidur 5 jam per malam memiliki nilai kepadatan tulang yang rendah.

Nilai kepadatan tulang diukur dari seluruh tubuh, pinggul, leher, dan tulang belakang. Peneliti juga mencatat, pengurangan kepadatan tulang ini setara dengan seseorang satu tahun lebih tua.

Ia berharap temuannya ini dapat memotivasi perempuan untuk tidur selama 7 jam, seperti apa yang disarankan oleh pakar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS