Ketahui 3 Pengobatan Kanker Lidah, Penyakit yang Diderita Ibunda Nunung

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 21 November 2019 | 20:17 WIB
Ketahui 3 Pengobatan Kanker Lidah, Penyakit yang Diderita Ibunda Nunung
Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung bersama suaminya July Jan Sambiran menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (13/11). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Ibunda pelawak Nunung dikabarkan didiagnosis dengan kanker lidah. Ibunda Nunung didiagnosis dengan penyakit mulut ini sejak tiga minggu yang lalu.

Kondisi ini membuat Nunung meminta keringanan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang pledoi.

"Alasannya karena saya masih punya tanggung jawab keluarga besar saya. Apalagi hari ini ibu saya masuk rumah sakit karena kanker lidah dan saya harus membiayai rumah sakit," ujar Nunung sambil terisak di hadapan hakim, Rabu (20/11/2019).

Pada Rabu malam, Nunung mengatakan sang ibu menjalani biopsi. "Malam ini biopsi. Kalau operasi sama kemo nggak mungkin karena usianya sudah sepuh, jadi ya yang terbaik aja lah," sambungnya.

Berdasarkan National Organization for Rare Disorders, kanker lidah sangat umum pada lelaki yang usianya sudah di atas 60 tahun. Tetapi kanker ini jarang terjadi pada orang-orang, terutama wanita di bawah 40 tahun.

Komedian Nunung Srimulat atau lengkapnya Tri Retno Prayudati kisahkan kondisi ibunda penyandang kanker lidah [Suara.com/Yuliani].
Komedian Nunung Srimulat atau lengkapnya Tri Retno Prayudati kisahkan kondisi ibunda penyandang kanker lidah [Suara.com/Yuliani].

Untuk pengobatan kanker lidah, menurut Cedars-Sinai.org, dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi.

1. Operasi

Operasi pengangkatan tumor primer mungkin merupakan satu-satunya pengobatan yang diperlukan untuk kanker mulut kecil.

Jika tumornya besar, itu mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Ketika ini terjadi, dokter bedah dapat merekomendasikan pengangkatan kelenjar getah bening yang terkena di leher.

2. Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi radiasi, termasuk terapi radiasi modulasi intensitas, menghentikan sel-sel kanker dari membelah dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Radioterapi juga menghancurkan sel-sel kanker dan dapat mengecilkan atau menghilangkan tumor.

Ilustrasi lidah 

Terapi radiasi termodulasi intensitas memungkinkan penggunaan dosis radiasi yang lebih efektif dengan efek samping yang lebih sedikit daripada teknik radioterapi konvensional.

Terapi radiasi melibatkan lima hingga enam minggu perawatan harian.

3. Kemoterapi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Ibu Nunung, 7 Langkah Mencegah Kanker Lidah Sejak Dini

Belajar dari Ibu Nunung, 7 Langkah Mencegah Kanker Lidah Sejak Dini

Health | Kamis, 21 November 2019 | 12:50 WIB

Ibu Nunung Kanker Lidah di Usia 84 Tahun, Apa Pengobatan yang Tepat?

Ibu Nunung Kanker Lidah di Usia 84 Tahun, Apa Pengobatan yang Tepat?

Health | Kamis, 21 November 2019 | 12:25 WIB

Sering Dikira Sariawan Biasa, Kenali Gejala Kanker Lidah Seperti Ibu Nunung

Sering Dikira Sariawan Biasa, Kenali Gejala Kanker Lidah Seperti Ibu Nunung

Health | Kamis, 21 November 2019 | 10:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB