Idap Gangguan Kepribadian Narsisistik, Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 22 November 2019 | 11:55 WIB
Idap Gangguan Kepribadian Narsisistik, Bagaimana Cara Menyembuhkannya?
Ilustrasi gangguan kepribadian narsisistik. (Shutterstock).

Suara.com - Idap Gangguan Kepribadian Narsisistik, Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

Gangguan kepribadian narsisistik atau narsis membuat orang haus pengakuan dan dianggap sering pamer. Lalu, bisakah gangguan jiwa ini disembuhkan?

dr Alvina, SpKJ, psikiater dari RS Awal Bros Bekasi Barat mengatakan, gangguan narsisistik pada seseorang bisa mengakibatkan gangguan jiwa lain, seperti masalah mood. Yang terburuk, pengidap gangguan kepribadian narsisistik rentan mengalami masalah dengan orang lain.

Biasanya, orang yang mengalami gangguan narsisistik dapat sembuh dengan cara dirinya akan menyadari ada yang salah bila berulang kali mengalami kegagalan dalam relasi, termasuk hubungan dengan keluarga dan percintaan.

"Orang yang mengalami gangguan narsisistik cenderung tidak menyadari bahwa dirinya mengalami narsisistik sampai ia mengalami masalah relasi yang berulang," ujar dr Alvina.

Cara penyembuhan orang yang mengalami narsisistik dapat dilakukan dengan cara melakukan terapi khusus gangguan kepribadian narsisistik. Terapi yang digunakan adalah dengan psikoterapi yang jangka waktunya biasanya cukup lama dan terapi dari gangguan jiwa lainnya bila diperlukan.

Biasanya, orang lain akan merasa kesal karena orang dengan gangguan narsisistik ini cenderung merasa selalu benar, merasa yang paling penting, dan lain sebagainya.

"Kita bisa menyikapi mereka dengan tidak terlalu larut dalam beradu argumen atau kritik, ujarnya lagi..

Ilustrasi gangguan kepribadian narsisistik. (Shutterstock).
Ilustrasi gangguan kepribadian narsisistik. (Shutterstock).

Bila seseorang yang mengalami gangguan narsisistik adalah orang yang dekat, Anda bisa menyarankan atau mengarahkan mereka dengan cara yang baik untuk datang berkonsultasi ke psikiater.

Baca Juga: Orang Narsis Memang Menyebalkan, Tetapi Mereka Lebih Bahagia

"Ïntinya, kita harus lakukan evaluasi lengkap terlebih dahulu baru kita bisa membuat kesimpulan bahwa orang-orang tersebut mengalami gangguan jiwa atau tidak. Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa semua yang tampak tidak biasa adalah seseorang yang mengalami gangguan jiwa."

"Namun, jangan juga mengabaikan seseorang yang sudah merasa terganggu dan membutuhkan pertolongan profesional. Hendaknya kita menjadi masyarakat yang suportif dan tidak menghakimi sehingga seseorang yang memang membutuhkan bantuan profesional tidak merasa malu untuk datang berkonsultasi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI