Cegah Resistensi Antimikroba, RSUI Tingkatkan Fungsi Laboratorium Mikroba

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Jum'at, 22 November 2019 | 12:00 WIB
Cegah Resistensi Antimikroba, RSUI Tingkatkan Fungsi Laboratorium Mikroba
Cara RSUI cegah resistensi antimikroba dengan tingkatkan fungsi laboratorium mikroba. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Cegah Resistensi Antimikroba, RSUI Tingkatkan Fungsi Laboratorium Mikroba

Resistensi antimikroba menjadi salah satu prioritas kesehatan utama badan kesehatan dunia, WHO.

Resistensi antibiotik sendiri merupakan kondisi di mana suatu bakteri tidak dapat dimatikan dengan antibiotik, sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.

Bakteri tersebut menjadi resisten dengan cepat akibat pemakaian antibiotik berlebihan sehingga menyebabkan penyakit susah untuk disembuhkan dan penyebarannya sulit dihentikan.

Jika jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin banyak, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat berisiko. Efek dari kondisi ini, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal.

Untuk itu, pemerintah Indonesia membuat Program Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA) di tingkat fasilitas layanan kesehatan.

Tingginya tingkat resistensi antimikroba dengan meningkatkan fungsi laboratorium mikrobiologi, tim farmasi dan farmakologi klinik dalam memperkuat sistem pemantauan mikroba resisten.

"Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mewajibkan setiap rumah sakit di Indonesia untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program penggunaan antibiotik yang bijak melalui penerapan Program Pengendalian Resistensi Antibiotik. Disamping berupaya menerapkan pedoman PPRA nasional, RSUI sebagai bagian dari Academic Health System (AHS) Universitas Indonesia bekerja sama dengan komite PPRA RSUI telah mengusulkan diadakannya penelitian bersama fasilitas layanan kesehatan yang terlibat dalam AHS Universitas Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai penggunaan antibiotik, pola mikroba dan resistensi," kata Direktur Umum RS Universitas Indonesia, Dr. dr. Budiman Bela, SpMK(K).

Nantinya, RSUI sebagai wadah pendidikan bagi dokter, dokter gigi, perawat, dan apoteker yang mewadahi Rumpun Ilmu Kesehatan akan berupaya melibatkan semua komponen untuk mencegah AMR, termasuk komponen masyarakat melalui edukasi oleh tenaga kesehatan RSUI kepada pasien, keluarga pasien maupun masyarakat secara luas.

Resistensi antibiotik sendiri diperkirakan telah mengakibatkan 700 ribu kematian di seluruh dunia dan dituduh akan menjadi penyebab sekitar 10 juta kematian secara global setiap tahunnya pada tahun 2050.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hal Ini Dapat Sebarkan Masalah Resistensi Antibiotik, Apa Saja?

3 Hal Ini Dapat Sebarkan Masalah Resistensi Antibiotik, Apa Saja?

Health | Jum'at, 22 November 2019 | 10:55 WIB

Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa di Depok, Apakah Berisiko?

Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa di Depok, Apakah Berisiko?

Health | Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:50 WIB

Benjolan di Kaki Dikira Gigitan Serangga, Pria Ini Ternyata Kena Leukemia

Benjolan di Kaki Dikira Gigitan Serangga, Pria Ini Ternyata Kena Leukemia

Health | Senin, 23 September 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×