Masih Dianggap Buruk, Apa Sebenarnya Kegunaan Kontrasepsi Darurat?

Selasa, 01 Oktober 2019 | 10:02 WIB
Masih Dianggap Buruk, Apa Sebenarnya Kegunaan Kontrasepsi Darurat?
Ade Maharani (Suara.com/Rosiana)

Suara.com - Konsorsium 'Juara Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia' mengadakan Koferensi Internasional Pertama mengenai Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia (ICIFPRH) yang akan digelar di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta, dari Senin (30/9/2019) hingga Rabu (2/10/2019).

Anggota konsorsium terdiri dari berbagai lembaga, baik internasional maupun nasional. Seperti UNFPA, Rutgers Indonesia, hingga Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Konferensi yang bertujuan sebagai wadah diskusi tingkat nasional maupun internasional tentang program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi ini juga mengundang DKT Indonesia.

DKT Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang telah berkontribusi menyumbang berbagai kontrasepsi di Indonesia hingga sebesar 20,4% dari sektor swasta.

Organisasi ini menawarkan berbagai pilihan metode kontrasepsi modern, mulai dari IUD, implan, pil KB hingga pil kontrasepsi darurat, yaitu postpil Andalan.

Perempuan memegang alat kontrasepsi kondom dan pil untuk mengendalikan kelahiran. [shutterstock]
Perempuan memegang alat kontrasepsi kondom dan pil untuk mengendalikan kelahiran. [shutterstock]

Dalam laman DKT, kontrasepsi darurat merupakan metode kontrasepsi satu kali setelah berhubungan seksual tanpa pengaman.

Dari sekian banyak produk yang dipasarkan DKT Indonesia, postpil masih sangat jarang dipakai oleh konsumen.

"Paling rendah penjualannya, masalahnya memang enggak terlalu tinggi. Masih sangat kecil. Ada peningkatan tetapi sedikit," tutur Aditya Anugrah Putra, Head of Strategy Planning DKT Indonesia.

Menurut Ade Maharani, Head of Marketing DKT Indonesia, rendahnya penjualan ini berhubungan dengan stigma buruk di masyarakat tentang postpil itu sendiri.

Baca Juga: Pentingnya Kontrasepsi Kondom demi Lindungi Kesehatan Reproduksi

"Sebenarnya pengetahuannya, dari dulu orang selalu melihat postpil adalah pil aborsi. Kita lebih ke arah edukasinya sih, dan itu enggak gampang," jawab Ade, saat ditemui Suara.com di sahid Hotel Yogyakarta, Senin (30/9/2019).

Ade menambahkan, padahal kontrasepsi darurat ini sebenarnya tidak hanya dapat digunakan oleh korban pemerkosaan saja.

"Bukan hanya untuk korban perkosaan saja, tapi memang pasangan yang sudah menikah pun, kadang kan kita suka unplanned sex atau segala macam dapat terjadi," sambungnya.

Menurut Ade, hingga kini DKT Indonesia masih menemui banyak hambatan dalam hal kontrasepsi darurat. Mulai dari stigma di masyarakat, pendistribusian yang tidak boleh sembarangan, hingga pengetahuan farmasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI