Beri Bayi Telur dan Kacang di Usia 6 Bulan Bisa Turunkan Risiko Alergi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 04 Desember 2019 | 17:59 WIB
Beri Bayi Telur dan Kacang di Usia 6 Bulan Bisa Turunkan Risiko Alergi
ilustrasi makanan bayi [shutterstock]

Suara.com - Banyak orangtua senang memberi makan bayi telur dan kacang di momen pertama kali mereka makan. Ternyata hal ini bisa memangkas risiko bayi alergi terhadap makanan tersebut.

Peneliti Inggris menemukan bahwa memberi makan bayi kacang dan telur pada bayi di usia 3-6 bulan bisa menurunkan risiko alergi. Ilmuwan King's College London menganalisis data pada 1.303 anak-anak Inggris dan Welsh yang diacak selama 3 tahun.

Setengahnya diperkenalkan pada 6 makanan yang bisa memicu alergi saat menyusui selama usia 3-6 bulan. Sementara lainnya hanya menerima ASI eksklusif selama 6 bulan.

Semuanya diuji pada awal penelitian untuk melihat mereka sensitif terhadap kacang-kacangan, telur, susu, wijen, ikan dan gandum. Mereka melakukan kunjungan rutin ke klinik dan orangtua ditanyai tentang diet anak mereka serta reaksi alergi.

Mereka yang sensitif pada awal percobaan sekitar 34,2 persen. Jumlah ini terjadi pada anak yang mendapat susu eksklusif tetapi mengembangkan alergi tersebut.

Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)
Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)

Sedangkan yang memiliki sensitivitas terhadap kacang sekitar 14,3 persen. Lalu sekitar 48,7 persen yang memiliki sensitivitas terhadap telur.

Sementara itu. bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif atau tidak diperkenalkan kacang dan telur di momen awal mereka makan justru memiliki risiko alergi hingga 34,2 persen.

"Hasil ini memiliki implikasi yang signifikan dan informatif ketika datang dan mendapat rekomendasi mengenai alergi serta pengembangan pedoman baru," kata Prof. Gideon Lack, pemimpin penelitian dikutip dari The Sun.

Karena semakin banyak penelitian mengenai pengenalan awal alergen, peneliti akan lebih sering merekomendasikan menu pengenalan awal untuk mencegah bayi alergi makanan tertentu di masa depan.

baca juga

"Kami telah menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan yang menyebabkan alergi dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan bayi berisiko tinggi terkena alergi kacang dan telur," jelas dr. Michael Perkin dari Rumah Sakit St. George.

Penelitian kami telah membuktikan bahwa pengenalan awal makanan alergi mungkin memainkan peran penting dalam mengendalikan alergi.

Sekitar 7 persen anak-anak Inggris diduga menderita alergi makanan yang bisa mengancam jiwa. Natasha Ednan-Laperouse meninggal pada usia 15 tahun setelah menderita alergi terhadap wijen.

"Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa pengecualian yang disengaja atau keterlambatan pengenalan kacang serta telur di atas usia 6 hingga 12 bulan dapat meningkatkan risiko alergi terhadap makanan," ujar Komite Penasihat Ilmiah Inggris tentang Gizi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balita JA yang Alami Lebam di Tubuhnya Diperbolehkan Pulang ke Rumah

Balita JA yang Alami Lebam di Tubuhnya Diperbolehkan Pulang ke Rumah

Jatim | Rabu, 04 Desember 2019 | 15:56 WIB

5 Momen Wajib Didokumentasikan saat Baru Memiliki Bayi

5 Momen Wajib Didokumentasikan saat Baru Memiliki Bayi

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 15:52 WIB

Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat, Amankah Akupresur untuk Bayi?

Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat, Amankah Akupresur untuk Bayi?

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 17:23 WIB

Terkini

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

×