Yuni Shara Mengaku Sulit Orgasme, Penelitian: 43% Wanita Akui Susah Puas

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Yuni Shara Mengaku Sulit Orgasme, Penelitian: 43% Wanita Akui Susah Puas
Yuni Shara [Revi C Rantung/Suara.com]

Untuk mengatasi masalahnya, Yuni Shara berkonsultasi pada dokter hingga datang ke sex shop.

Suara.com - Yuni Shara mengaku dahulu dirinya sangat sulit mengalami orgasme, ternyata hal itu terjadi akibat rasa trauma yang ia dapatkan setelah mengalami KDRT selama pernikahan pertamanya.

"Dari aku nikah pertama, itu aku sudah di-KDRT setiap hari. Itu yang pertama karena aku masih muda, jadi sangat membekas. Jadi aku gak terlalu kepengen (berhubungan intim)," tutur Yni Shara, mengutip vlog Deddy Corbuzier, Kamis (19/12/2019).

Ia menambahkan, selama pernikahan pertamanya, meski mengalami KDRT, ia masih tetap melayani suaminya. Sayangnya, Yuni mengaku, dirinya sama sekali tidak menikmati sentuhan sang suami.

"Ya sangat enggak dong, pura-pura. Aku enggak tahu rasanya orgasme, dulu. Itu susahnya setengah mati," sambungnya.

Berkaca dari Yuni Shara, menurut penelitian, 43 persen wanita mengatakan dirinya sulit untuk mengalami orgasme dan 12 persen menghubungkan kesulitan tersebut dengan tekanan pribadi.

Menurut dr. Sherry A Ross, seorang ginekolog yang berbasis di LA, ketidakmampuan untuk mengalami orgasme termasuk ke dalam kategori disfungsi seksual wanita yang memiliki lima masalah utama, yaitu:

  • Libido rendah atau gangguan hasrat seksual hipoaktif
  • Seks yang menyakitkan
  • Gangguan gairah seksual
  • Keengganan untuk berhubungan intim
  • Ketidakmampuan untuk orgasme

Yuni Shara tampil di Podcast Deddy Corbuzier. [YouTube Deddy Corbuzier]
Yuni Shara tampil di Podcast Deddy Corbuzier. [YouTube Deddy Corbuzier]

Melansir Independent UK, gangguan seksual hipoaktif, adalah disfungsi seksual wanita yang paling umum, ditandai dengan tidak adanya hasrat seksual.

Untuk 16 juta wanita yang menderita ini, faktor-faktor yang terlibat dapat bervariasi karena hasrat seksual pada wanita jauh lebih rumit daripada pria.

Tekanan pekerjaan, uang, anak-anak, hubungan, dan energi yang berkurang adalah masalah umum yang berkontribusi pada rendahnya libido wanita.

Penyebab lainnya kemungkinan seperti depresi, kegelisahan, kurangnya privasi, efek samping obat, kondisi medis seperti endometriosis atau radang sendi, gejala menopause atau riwayat pelecehan fisik atau seksual.

Demi mengatasi masalahnya, Yuni Shara pun berkonsultasi kepada dokter, bahkan, ia mengaku pergi ke sex shop untuk mengatasi keluhannya.

"Sejak saat itu aku punya teman (untuk memuaskan diri)," lanjut Yuni Shara.

Ia mengaku setelah itu dirinya dapat mengalami orgasme, meski tidak ditemani oleh pasangannya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS