Array

Berlemak dan Wajah Rata, Seperti Ini Gambaran Manusia 'Anti Kecelakaan'

Minggu, 22 Desember 2019 | 16:00 WIB
Berlemak dan Wajah Rata, Seperti Ini Gambaran Manusia 'Anti Kecelakaan'
Graham, patung dengan penampilan manusia tahan kecelakaan (YouTube/Guardian)

Suara.com - Apakah Anda pernah berpikir bagaimana penampilan manusia apabila diciptakan dengan kekuatan 'tahan terhadap kecelakaan'?

Jika manusia terus berevolusi ke titik tersebut, kita mungkin akan terlihat seperti Graham. 

Didukung oleh Komisi Kecelakaan Transportasi Australia, Graham yang dirancang pada 2016 merupakan patung interaktif karya ahli bedah trauma, ahli investigasi kecelakaan, dan seniman Melbourne sebagai bagian dari Towards Zero untuk kampanye keselamatan jalan Victoria.

Graham adalah skenario yang dibangun dari hipotesis bagaimana penampakan manusia apabila rentan terhadap cedera akibat kecelakaan lalu lintas.

"Satu-satunya orang yang dirancang untuk bertahan hidup di jalan raya kita," bunyi slogannya.

Dia tidak memiliki leher yang berarti kecelakaan tidak dapat mematahkannya. Terlihat pula wajah rata dan berlemak untuk melindungi hidung serta telinga.

Graham, patung dengan penampilan manusia tahan kecelakaan (YouTube/Guardian)
Graham, patung dengan penampilan manusia tahan kecelakaan (YouTube/Guardian)

'Airbag' ada di antara setiap tulang rusuk dan kulit yang lebih tebal sekaligus keras, lututnya pun dapat menekuk ke segala arah. Tak hanya itu, Graham juga dirancang untuk memiliki pandangan 360 derajat.

Semua organ tubuhnya itu terbuat dari gabungan silikon, resin dan rambut manusia.

Kepala eksekutif Joe Calafiore mengatakan kecelakaan transportasi terjadi dengan kecepatan sangat tinggi dan kekuatan yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Hindari Pemotor Lawan Arah, Mobil Box Terbalik di Dekat Monumen Kecelakaan

Graham, patung dengan penampilan manusia tahan kecelakaan (YouTube/Guardian)
Graham, patung dengan penampilan manusia tahan kecelakaan (YouTube/Guardian)

"Mobil telah berkembang jauh lebih cepat daripada manusia, dan Graham membantu kita memahami mengapa kita perlu memperbaiki setiap aspek sistem jalan raya kita untuk terlindung dari kesalahan sendiri," ujar Calafiore, melansir Guardian.

Pematung Melbourne Patricia Piccinini mengembangkan Graham dengan masukan dari seorang ahli bedah trauma Rumah Sakit Royal Melbourne, Christian Kenfield, dan David Logan, seorang penyelidik kecelakaan di pusat penelitian kecelakaan Universitas Monash.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI